Thursday, May 21, 2026

Cerminan (-ku)

Sudah pernah kukatakan,

pada berapa malam silam,

aku butuh rasa untuk berkata,

setelah kubenamkan logika..

pada permukaan laut Bangka yang durhaka.


Masih menjadi misteri tanpa kunci,

mengapa melekatnya begitu nyata,

tanpa kuda-kuda,

atau bahkan peringatan dini.


Dalam gelap malam,

tanpa secercah sinar bulan,

suara ombak yang menderu,

terasa larut, tipis, memudar..

di tengah kisah hidup yang sedang ditukar.


Menemukan aku di luar-ku,

mendapati jiwajiwa yang berkaca,

kicau cakap tak pernah hening,

hitungan jam menderu panjang.


Untuk sebuah perjalanan singkat,

terlalu banyak yang bisa diingat.


Selamat malam,

hatihati jangan sampai nafasnya tercekat,

kusiapkan halaman kosong pada esok dan lusa,

sejauh mana pena bulu reinkarnasi menjadi gagak,

biar -ku, -mu larut dalam segala bentuk.


Good to be back;

three to five, IYKYK