Perempuan Senja. Suka menulis sejak mengerti S-P-O-K. Hanya saja sekarang K berganti rupa jadi Kamu. Punya hubungan cinta benci dengan tulisan, rasa dan kenangan.
Friday, July 29, 2011
Aku mengutuki setiap geliat yang merambat,
perlahan merasuki dan berputar, masuk ke dalam,
erat dalam lubang.
Aku mengutuki lantunan yang berpendar senyap senyap,
kadang besar kadang kecil, hanya selalu tepat sasaran,
menyeruak ke rongga otak dan membuatku teringat.
LandonPigg - Oasis - Verschiedene - Extreme
Dalam suatu ketidakmungkinan,
kalaupun ada, kurasa aku tidak dapat lari lagi.
capital clue - @rumah4
Wednesday, July 13, 2011
I gave you my heart,
and look where you put me,
somewhere behind all the work.
A day or two,
singing it counting it,
let's not multiply it,
or change the plan.
But, hey..
there's nothing I can do about it,
hear me out, if I'm passing your ears,
hear me out, if I'm somewhere in your mind,
I wont say something about the heart,
not the heart, one thing you can't talk about.
I turn off the music, kill the tunes,
make it go away, make it travel a long way,
closing the night, hiding the tears,
writing something nice, covering what's mine,
both ways just won't change you,
cause nothing can make you feel, anything.
Chocolate can't save me tonight.
Let's go out and burn the night.
somewhere down the road :: this time
Friday, July 01, 2011
Pengertian itu berjalan sendiri,
menggeret waktu dan sebuah cermin.
Supaya ia tak kesepian sepanjang jalan.
@two2, 30 Juni 2011
Monday, June 27, 2011
When I'm driving my life purpose,
you are my blind spot.
(i love when you make my world stop,
you make me crash the heaven's gate)
@rmh4, 27 Juni 2011
I love my life,
I love the way you touch it,
you give more reasons,
just to be happy, even more.
Walk the line, 27 Juni 2011
Wednesday, June 01, 2011
Sehari, dua hingga tiga,
mungkin juga sampai dua pekan...
tidak terasa lama.
Dibandingkan dua puluh tujuh,
dikali tiga ratus enam puluh lima hari.
Direnungi dengan kata suka,
dicatat dengan air mata duka.
worth my heart, 1 Juni 2011
Monday, May 30, 2011
Bukannya aku tak percaya syurga,
tetapi perpaduan kesempatan dan rasa tempo hari,
sungguh membuat kepercayaanku tersesat tengah jalan.
Cipete, 30 Mei 2011
Tuesday, May 24, 2011
If the story about running away from emotion is true,
I just wanna run away TO you.
non-escaping, BV 24 Mei 2011
Sunday, May 22, 2011
Kau sering berkata,
kita sungguh berbeda.
Benar adanya, sayang..
my sweetheart.
Akan tetapi, bukan seperti bumi dan langit,
hanya dua bintang yang saling berjauhan.
Tarik menarik,
saling mengamati,
walau dari kejauhan.
Sayang sekali semua akan runtuh,
hancur berkeping-keping duniamu,
bila kita menempuh jarak mustahil tuk saling dekat,
dalam arti yang sebenarnya.
memoir, 22 Mei 2011
Monday, May 16, 2011
Aku begitu khawatir kau akan mematahkan hatiku,
sungguh kulupa bahwa ku tak punya hati.
Intimnya kita tadi hanyalah cemilan sore hari,
dan kau tahu pasti siapa diriku,
arah bicara serta bualanku ini.
deretan merasa, 310310 - on trip
Wednesday, May 04, 2011
Kubolak balik rumusnya,
luminositas.
Mereka menggunakan istilah itu,
lalu berusaha mengukurnya,
berusaha tuk jelaskan dan definisikan ka-mu.
Untuk apa mengerti suatu hal yang kurasa?
Untuk apa mencari pangkal dan payung konklusinya?
Kau tidak seperti katai putih dan bintang neutron.
Kau abadi selama tiap sel tubuhku mengingatmu.
Cahayamu, abadi.
892, 3 Mei 2011
Thursday, April 28, 2011
Dalam kejadian-kejadian,
tidak ada kebetulan yang sederhana.
Semua luar biasa.
Dalam tiap hujan,
bukan hanya air deras membasahi bumi,
tapi juga ada duka yang terbilas,
dan harapan tumbuh indah seperti pelangi.
Dalam tiap bencana kehidupan,
selalu disisipkan kesempatan tuk bersyukur,
bisakah kita meresapi tiap kebangkitan itu?
Your Moment, 28 April 2011
Sunday, April 24, 2011
Siang hari dengan enggan menuruni tangga,
pelan-pelan meraba jendela, berharap bisa berkaca,
mengetahui potongan puzzlenya tidak sempurna,
hingga senja harus menggantikannya.
Kamu hanya tidak cocok di kutempatkan dimana-mana.
Mungkin untuk mengucurkan jerih payah,
atau juga untuk menguapkan kesedihan.
Tapi sinarmu yang kurang jingga,
tidak tersimpan tepat di sudut hati.
Dan aku, kehabisan kata-kata serta penalaran untuk menjelaskan.
@plea, 24 April 2011
Cara mencegah mimpi buruk bukan dengan menghindari tidur.
Cara mencegah kesedihan bukan dengan tidak bertindak apa-apa.
Cara mencegah suratan yang buruk bukan dengan meletakkan pena kehidupan.
Kalau semua berbeda untukmu,
kuharap jalan ke depan terblokir, runtuh tertimpa sesuatu,
atau kalau perlu dibuat melawan arus.
Menghentikan langkahku,
menjadikan kamu sebuah tujuan.
one memorable stop, 24 April 2011
Saturday, April 16, 2011
Your scent is petrichor for me,
without confusing process before it.
Outside, I'm complicated.
With you, I'm definitely simple.
@rumah4, 16 April 2011
A kind word is like a spring day.
But your love is like best days of every season.
-kampioen lief hebber-
It's like a day after marathon.
Now while my body is resting,
my mind and soul can go travelling back.
I miss you, 16 April 2011
Saturday, April 09, 2011
Tuesday, April 05, 2011
The best dessert...
is the one you can see,
but can't have!
Diabetes talkin', 5 April 2011
Even amaretto can't beat the taste of your lips.
Melati, 5 April 2011
Can you feel like...
crossing the world,
to heaven and hell..
yet you're not moving?
Not doing anything?
Melati, 5 April 2011
Sunday, April 03, 2011
Selamat hari Minggu,
loteng gereja menanyakan sepatumu.
Katanya dia rindu,
dua pasang sepatu berukuran sedang,
yang bercengkerama di tengah misa.
Kalau hanya sepatuku saja,
tidak pernah jadi percakapan yang berarti.
@memoir blok B, 3 April 2011
Tuesday, March 29, 2011
Sunday, March 20, 2011
Malam ini bulan yang bulat sempurna tampil luar biasa,
paling besar dalam 20 tahun sejarah.
Malam ini ada diam yang luar binasa,
diam yang bulat dengan luka menyeringai dan segumpal darah.
Purnama ini kita santap dengan keheningan yang takkan terlupakan.
@rumah4, 19 Maret 2011
Malam yang panjang tuk memikirkan langkah kesana,
dibanding jumlah adukan kopi hingga lebur bersama gula.
@rumah4, 19 Maret 2011
Sunday, February 27, 2011
Surat Untuk Ratih, Disana...
Aku akan mengenangmu,
lebih dari eyeliner yang tegas mencuat di sudut matamu,
lebih dari pandangan yang seakan-akan galak,
lebih dari hobi merokokmu yang selalu membuatku tersenyum...
Aku akan merindukanmu,
juga ceritamu tentang bekas kawanku yang juga bekas kawanmu,
juga rasa ingin tahumu tentang apa yang terjadi di dunianya,
juga amarah serta sedihmu saat menuturkan semua...
Aku akan terus belajar darimu,semampu aku,
bagaimana jadi perempuan yang begitu mencintai pasangannya,
bagaimana jadi istri yang begitu setia dan menunggui malam-malam yang dingin,
dengan harapan dan doa agar berangsur hangat,
walau hanya dengan jejak keberadaannya...
bagaimana jadi manusia yang hidup untuk membahagiakan orang lain,
tanpa memikirkan nasib dan keinginan diri sendiri.
Aku akan terus berusaha belajar darimu, dan juga dari lurus logikaku,
untuk mencintai semua, dan juga...merelakan semua karena tidak ada yang abadi.
Aku sayang kamu, Ratih.
Semoga kamu tenang dan bahagia disana.
Thursday, February 24, 2011
Kalau kukumpulkan stik kayu tiap kuingat kau hari ini,
jumlahnya akan melebihi jerih payah kuli gendong,
satu pekan lamanya.
Off to the moon, 24 Feb 2011
Monday, February 21, 2011
Aku suka saat gerimis matamu jatuh di bahuku.
Pelan-pelan kita sebrangi dunia yang berbeda,
gelap dengan lampu, terang dengan mendung,
kita ubah dua jadi satu, untuk sementara waktu.
HoRe, 13 Februari 2011
Friday, January 21, 2011
Kau yang hijau merah hijau merah,
buatku deg-degan.
Tidak ada kuning memberiku waktu,
sekedar tuk bersiap-siap.
Hey, kekasih lampu merahku.
Deplu, Januari 2011
Aku suka saatku mabuk,
karna wacana dan fikiranmu,
lebih dari anggur yang kau pilihkan.
evening feeling, Januari 2011
Monday, January 17, 2011
Hari-hari itu....
hampir selalu,
Mereka menyebutku gadis kembang api,
berjalan dengan tapak gemerlap di malam hari,
serta kibasan kupu-kupu perak.
Kamu yang menyalakan sumbuku.
Tiada lain yang bisa.
A gift, Januari 2010
Kamu tertidur.
Tak mengapa, malam pergantian tahun dengan kembang api kan kulukis di pelupuk matamu biar bisa kau kenang esok pagi. Kujadikan cerita yang panjang tetap seindah mungkin, dengan keterbatasan waktu. Sebagaimana kau terbiasa memaknai kebersamaan kita, sesingkat hitungan short time di kamar kenangan itu.
Mimpi indah.
On the road, nu year's eve 10-11
Aku mencium tanda tanya pada ceritamu,
sesungguhnya kau sedang membual tentangmu,
atau tentang kita?
Aku bersamanya,
aku bersamanya,
aku bersamanya,
kubaca : tidak ada apa-apa antara kita.
Perjalanan panjang kali ini tidak disertai janji temu kita,
padahal sudah kutunggu setiap senja datang lebih awal,
agar malam ke pagi juga menurut teramat singkat.
Rupanya keberuntungan bukan di bulan-bulan ini.
Mari kita coba lain kali!
@rumah4, Januari 2010
Monday, December 27, 2010
Aku meleleh,
jauh dari matari,
terlalu dekat dengan luka hati.
@rumah4, Des 2010
Aku ingin menangis habis-habisan,
tapi jauh betul jarak ke hatimu.
Kamu tuli,
hanya untuk mendengar lautan sedihku.
on the road, Des 2010
Tuesday, December 21, 2010
Malam Baik Untuk Bercerita
Cerita yang manis,
mengetahui kau berbohong entah untuk apa,
tanpa bertanya aku hanya diam,
pura-pura tidak tahu,
enggan melempar pandangan,
"bahkan begitu pun kau tak bisa jujur?"
Cerita yang manis,
melihat kau memilih jalan benar menuju kesalahan,
mementingkan etika dan cita-cita daripada mimpi dan hati,
namun tetap hati ini, suatu yang pernah kupercaya mustahil,
masih berdetak forte saat nama yang hanya serupa namamu disebut,
Cerita yang manis,
untuk tetap menulis ini,
bertahun-tahun setelah kau tiada, atau bahkan kau belum ada.
Kenapa terjadi begini, hingga di setiap ramalan,
begitulah nasib jiwa-jiwa yang percaya hati,
benar diciptakan setengah untuk masing-masing?
Cerita yang manis,
walau kini aku masih menunggu kau muncul setelah hujan reda,
aku, hati, dan hati-hati di balik jendela kamar,
tanpa sepotong atap pun untuk melindungi?
Kita hidup dari harapan,
rangkaian kata yang jadi cerita,
dan kepercayaan tentang suatu hari nanti.
Aku hidup,
juga untuk mewujudkan,
cerita yang manis.
fairytale, @rumah4, 20 Desember 2010
Sunday, December 19, 2010
Kamu yang terindah, yang pernah hadir dalam komposisi nafasku.
Bahkan saat menedung resah bergayut di retina matamu,
aku yakin sendja adalah sendja, yang selalu indah.
Lalu apa artinya sebuah hitungan waktu,
detik menit jam bulan tahun...dan tahunan.
Apa artinya sebuah perilaku yang muncul dari pemikiran,
tindakan yang keluar dari hati,
sebuah aksi dan reaksi.
Suatu hari nanti, walau kita tidak bersama,
walau yang membawa namamu bukan milik kita,
tetap selalu ingat, seribu hal baik tentang kita,
bukan tentang aku.
Dan teruskan itu kepada mereka yang membutuhkan.
Karena memang sudah saatnya,
cerita itu berpindah tangan.
Biarkan mereka menulisnya,
dan mempercayainya terlebih dahulu.
@rumah4, Desember 2010
Sunday, October 31, 2010
Musim Pertunjukan Lagi
Menghitung kebenaran di balik degup jantung,
jawabannya adalah selalu ya dan tidak pernah tidak.
Walaupun tidak ada kata-kata, tidak pernah ada air mata.
Memberikan tanpa menjanjikan,
menjalani tanpa meragukan,
karena sama-sama tahu alur ceritanya.
Hingga kembali musimnya pertunjukan,
dan semua sibuk membuat pesanan.
Membuat corekan, menatah, menyungging wayang,
hingga memasang cempurit.
"Sebentar lagi waktu kita!
Dan Tuhan adalah sang dalang."
Aku yang setengah jadi,
melihatmu bicara dengan suka cita.
BV, amazing dejavu - 28 Oct 2010
Setelah Pentas
Menulis untuk memperbanyak waktu kita,
biar debu teka-teki naik mengudara,
meninggalkan segerombolan tanda tanya (saja).
Ada apa dengan baju ganti dan stocking-mu?
Ada apa dengan kegelisahanmu?
Aku sesungguhnya tidak perlu balik bertanya.
Segala sesuatu yang nampaknya kuat tidak selalu pasti,
hanya saja selalu ada yang hilang bersama waktu,
sebagaimana ada yang tumbuh seiring tik tok usia.
Sekarang bukan lagi kata 'masih',
kita sudah tidak muda.
Tapi aku selalu muda untuk untuk menunggu hidup,
arti sebenarnya,
keresahan sejujurnya.
Menunggu hidup beberapa bulan lagi.
Dan bila aku sial,
beberapa tahun untuk dihabiskan.
Sendja Bening, 29 Oktober 2010
Tuesday, October 26, 2010
Cerita yang berulang, di fase hidup berbeda,
pelaku terus menerus sama,
hanya masalah yang berganti.
Bukan purwa bukan klithik,
tapi kita berdua tahu kita siapa (dan yang mana).
Malam sudah turun menggeser sendja,
hanya sedikit waktu sebelum kita pudar,
menghilang bersama naiknya matahari.
PI, 26 Okt 2010
Sunday, September 19, 2010
Here it goes again,
another hook.
Can feel it hanging in my chest,
when heart is too weak to be spoken,
and I can't hear a thing.
Not a drop,
not a whisper,
just silent.
But I know it's bleeding badly,
just now.
Senayan, September 2010
Thursday, September 02, 2010
Aku rasa kamu adalah nyata,
sebagaimana logikaku merasakanmu.
Kamu tidak lagi jauh di ujung mimpi,
dan tidak lagi asing dalam dunia.
Jembatan antara sadar dan tak sadar sudah hancur,
malam ini takkan lagi terasa panjang dan pudar.
I'll see you when I see you.
Homey, September 2010
Friday, July 09, 2010
Barang-barang di rumahku mudah terbakar,
setiap kesedihan memuncak dan airmata menetes,
tetesannya mengalir ke arloji, pigura, buku,
menjadi laiknya bensin..
Bila mereka mengakhiri tangis dengan senyum,
barang-barang itu selamat, tidak hangus terbakar.
Lain halnya bila malam tak ditutup dengan damai,
maka terdengar tinnggg! Mirip bunyi pematik api,
bersamaan dengan terpejamnya mata karna perih.
Itulah sebabnya aku berkata pada setiap yang datang,
dan beristirahat satu, dua jam,
apalagi menginap.
Jangan kalian pelihara bibit kesedihan di rumah ini,
tinggalkan saja di depan pintu rumahku,
atau masukkan dalam kotak pos dekat pagar,
biar dibawa angin lalu yang bertugas tiap menit.
Jangan biarkan rumahku hancur, bukan karna banjir airmata,
yang masih bisa kering walau sedikit rusak.
Tapi karna kebakaran yang meluluhlantakkan hati dan kenangan di dalam,
dan menyisakan hanya abu untuk menyambut sakramen taubat.
Jangan biarkan,
lebih baik kau tak usah datang berkunjung.
Resting House, Juli 2010
Sunday, July 04, 2010
Sayang, aku seperti sudah gila!
Aku bicara sendiri dengan aksara yang berserakan di pandang mataku, aku melihatnya bangun dan menyusun utuh tubuh untuk kemudian berdiri tegak, tanpa ragu dia menyapu koma dan menendang titik, menghirup sisa harum air mata di antara kata, menjadikannya nyawa.
Aku melihatmu, terpisah dari detik ini dan kenyataan ini, seakan-akan terbelah dua. Tapi dua-duanya nyata! Hidupmu sungguh terlalu benar untukku eliminir, tentu tidak dengan romantisme yang kau genggam erat di retak hatimu.
Hatimu pernah retak karenaku. Aku yang lupa daratan, yang asyik dengan duniaku sendiri. Biar mereka bilang aku gila.....diam-diam aku masih bisa melihatmu. Kamu yang hidup sampai hari ini, dan kepingan diriku yang kutitipkan untuk bahagia denganmu.
Tidak Ada Transisi, Hanya Ada Abadi
Saturday, July 03, 2010
Malam ini aku meletakkan sepatu lariku,
telapak yang pegal dan kapalan kukeluarkan dari kaos kaki,
entah keberapa belas pasang yang kukenakan,
hampir sepanjang tahun.
Perlombaan memang belum usai,
tapi aku ingin berhenti.
Trek lari tidak akan pernah habis,
dan takkan pernah lurus,
sama seperti waktu,
yang berjalan dan berputar.
Aku berhenti menjadikan waktu musuh,
bersaing dengan siapa saja,
dan berusaha menjadi yang terbaik.
Malam ini aku sudah tahu apa jawabannya.
Kita semua bisa jadi pemenang,
atas hidup yang entah sampai kapan.
Berdamai dengan kenyataan,
dan berusaha mencari harga diri di sela kekalahan,
karena kita akan selalu kalah dengan kesalahan kita sendiri.
@ left bedside, Juli 2010
Saturday, June 12, 2010
Tuhan diam di ujung hidungku…
Tiap kubicara kutak bisa lihat Dia,
tapi kutahu sepertinya Dia mendengar.
Tuhan tinggal disana,
di suatu titik rawan tak terlihat.
Hanya ujung lidah kebenaranku yang menggapai-Nya,
bukan kata-kata yang hilang menjadi asap dan debu.
Tidak ada yang bisa jadi Tuhanku,
mereka terlalu dangkal untuk berada di tengah,
antara otak, mulut, dan hatiku.
Hanya Tuhan yang tinggal diam di ujung hidungku,
Dia yang mampu.
BV, 12 Juni 2010
Friday, May 14, 2010
Kalau ada seribu langkah boleh terulang kembali,
tanpa nafas tertahan dan jam pasir yang dijungkirkan,
akankah kita bertemu dan berjabat tangan,
mengucapkan nama masing-masing,
sebelum akhirnya berlalu dengan beberapa senyum?
Kalau ada seribu tawa yang bisa digemakan kembali,
tanpa perlu diingat kapan dan kenapa,
akankah kita sekarang duduk bersebrangan,
menghitung centimeter yang nyata,
dan puluhan meter yang tak terbaca?
Kalau ada seribu tangis yang dapat disurutkan,
tanpa harus menggenangi bola mata,
akankah kita sekarang beradu punggung tanpa bersentuhan,
menggerutu dan mengeluh, pada dinding yang using?
Sungguhkah rasa itu tdk pernah ada?
Aku ingin melihat senyummu tanpa harus ku menangis,
Aku ingin bahagia tanpa kau berduka,
Bisakah kita menempuh jalan berdua?
Atau haruskah kita mendua? Hati dan logika?
@ office :: 14 Mei 2010
Monday, May 03, 2010
Ada tanda tanya di balik titik,
selalu di cerita kita.
Ada kening berkerut,
ada gusar tak terucap,
ada sesuatu tak terungkap.
Ada seribu satu hari,
dengan sepuluh ribu pertanyaan,
dan satu keinginan.
Aku ingin bersamamu,
tanpa harus menyakitimu.
Ataukah harus aku tak bersamamu,
agar tidak lagi menyakitimu?
the end or not, Mei 2010
Wednesday, April 28, 2010
Kalau tiap mengucapkan sumpah anggota dewan harus jujur ya susah,
sudah telanjang juga isi hati siapa yang tahu?
@fiksimini #fiksimini
Telanjangya kali ini tidak membuatku bernafsu,
dia menceritakan masa lalunya yang penuh debu.
@fiksimini #fiksimini
Monday, April 12, 2010
"believe it or not,
i can smell the jittery..
just across my mind..
flying and evaporating..
our old nick names,
cute and irritating one,
our old argument,
about soccer, the team, and off course,
the final score.
believe it or not,
i can see the gulp..
without actually seeing it,
or hearing it..
that's the jittery..
and it ain't mine.."
sunday moment
Friday, April 09, 2010
@pastor_kepala Silahkan anakku RT @mistybusy: Saya mengaku..
begitu kedua hp kami berkicau dipisahkan jendela bilik pengakuan dosa.
@fiksimini #fiksimini
Aku ketinggalan bus usia, '
padahal hari ini aku ulang tahun.
Nafasku habis di halte ini.
@fiksimini #fiksimini
Kasihan dia pd kakinya yg pegal,
segera dicopot dan dititipkan pd tkg refleksi. '
"Maaf mas,kami gak terima kaki plastik."
@fiksimini #fiksimini
Monday, January 04, 2010
Di antara terik matari dan pasir,
aku kehilangan jejak hari dan tanggal.
Tapi tiada hitunganku luput,
akan jumlah hari ku jauh darimu.
Bali, NYE 09-10
Thursday, December 10, 2009
Saat aku bisa menertawakan kebodohanku di depanmu,
itu cinta.
Saat aku bisa melalui rasa sakit utk ketenanganmu,
itu cinta.
Saat aku bisa menjadikan namamu sbagai pintu mimpiku,
itu cinta.
Saat aku bisa menjadi lebih baik denganmu, bukan hanya untukmu,
itu cinta.
Saat aku menulis ini dengan rasa kantuk, melalui blackberryku,
sudah pasti rasa ini cinta.
Aku akan menghabiskan ribuan kertas untuk definisikan c.i.n.t.a
padahal dia selalu terwakilkan olehmu.
on my bed / craving for u / dec 2009
Tuesday, November 03, 2009
Aku tidak bisa mematahkan kalimatmu,
atau membantah takdirku..
Tapi kau mengetahui keseluruhanku,
hanya ada di dalammu.
@ Jojo, Nov 3rd 09
Tuesday, October 27, 2009
What’s in a kiss?
Maybe seven signs of nature,
from the brightest sun,
through thunder and rain.
Oh,
what’s in a kiss,
will remains a mystery.
I only can speak wisely,
along truthfully,
what’s in my heart,
when we kiss each other tight,
just don’t want to end the night.
There’s a sparks underneath your touch,
in every inch of yours.
Slowly I can sip
sweet sensation of bliss.
Sunlight in your eyes,
perfect in it’s places,
and I just knew,
the wind will never change.
Winter time kisses,
makes me wanna fall,
fall naturally,
in love with you.
You made a girl a woman,
stranger into lover.
With that winter time kisses.
So tell me again,
what’s in a kiss?
Jojo, Oct 2009
Thursday, July 02, 2009
Mimpi di kotak suara,
diam tanpa hembusan nafas.
Terlahir tanpa simbiois mutualisme,
terbentuk karna desakan waktu.
Tidak ada selamat pagi,
tanpa tidur yang terusik.
Tidak ada akhir kalimat,
sepanjang masa panen koma.
(Terusik, Juli 2009)
Friday, May 01, 2009
Adalah satu dongeng sederhana yang mematikan lampu-lampu di kamar tidurku,
menyulap pintu lemari jadi pintu gerbang kastil yang kokoh,
begitu megah dan tak tersentuh, mirip gedung-gedung tinggi ibukota,
yang membuatku silau bukan hanya karna kaca-kacanya,
tapi begitu banyak ambisi dan kesombongan,
mengutamakan kantong pribadi dan menenggelamkan kata rakyat,
yang seharusnya satu, yang seharusnya utama,
atau paling tidak diusahakan pertama.
Adalah satu dongeng sederhana yang menidurkan anak-anak bangsa,
dengan kelelahan mata dan jari akibat games elektronik,
melupakan lompat karet, gangsing, petak umpet,
membenci aktivitas outdoor dan mencintai keautisannya,
bukannya belajar berkawan, lebih suka melawan,
sama seperti suara-suara mereka yang berdemo,
satu stereo, tapi tak betul-betul mengerti maknanya,
bukankah komunikator yang salah bila pesan tak sampai.
Adalah satu dongeng sederhana yang membius kita semua,
mnghadirkan sejuta tanda tanya, ada apa setelah ini dan itu,
sehingga mau tak mau, semua turut serta,
membunuh pagi dan siang, menghapus sore hari,
supaya jutaaan tanda tanya tak beranak pinak,
atau jangan-jangan walau dipotong dengan pedang Lancelot,
tumbuh kembali seperti ekor cicak,
atau lebih parah cacing tanah yang mengganda.
Marilah kita lari pada malam,
begitu nyaman rasanya dalam gelap,
supaya siapa saja dapat mendongeng,
ganti-berganti menjadi pelaku dan korban.
Para pendengar selamat datang!
Setelah cuci tangan kaki dan sikat gigi,
layar panggung kembali terangkat,
untuk sebuah dongeng sederhana.
Djakarta, 30 April 2009
Wednesday, April 22, 2009
Sunday, January 04, 2009
Kamu;
teka teki silang kehabisan tempat,
daun pintu tanpa gagangnya,
rajutan tak disimpul mati,
Membuatku..
tak butuh merokok setelah seks,
menikmati puding tanpa vla,
lupa diri di bawah hujan lebat..
Kamu
dan
aku,
komposisi warna tanpa rumus,
karna tidak pernah ada pengulangan yang sukses,
hanya sekali itu saja.
BV, Januari 2009
Saturday, January 03, 2009
Aku berusaha fokus,
pandangan lurus ke depan.
Mencari hal-hal tidak penting,
yang harus kubombardir biar terlihat penting.
Jari telunjuk kakimu,
tidak lebih panjang dari jempolmu.
Harusnya aku bersyukur,
kamu tidak seperti mereka.
“Hitler begitu, Mussolini juga. Siapa yang tahu Tse-tung tidak begitu?”
Aku tahu teori itu pasti salah.
Kamu sudah mendominasiku,
paling tidak pikiranku.
me-time, Januari 2009
Thursday, December 18, 2008
Bukan yang pertama,
tapi mungkin yang utama.
"Mungkin nanti kata-kata itu akan sekedar mengumpar di udara,
tapi kuharap kau masih mendengar nadanya."
sms tidak tersimpan rapih di draft,
mudah-mudahan tepat sasaran.
Ada yang terpampang,
imaji berselamur lampu,
entah siapa memburamkan apa.
Ada yang merasa,
hati kian memanjang,
sepanjang harapan,
sepanjang akal yang dicelup doa.
Ada yang tak bisa kulihat,
rasa dibalik imaji,
rasa yang ciptakan imaji,
click! click! click!
Mencuri jiwa dalam tiap frame,
membuat distorsi semakin buas.
Hati-hati,
kalau hatimu cuma satu.
Hati-hati gunakan hatimu.
:: dari sebuah "film' yang melintas di depan mata,
melompati hati dari belakang ::
Kopi hitam,
sehitam-hitamnya.
Menghapus merah menganga,
sampai tuntas!
Hingga buram saja,
sehitam jelaga.
Kopi hitam,
kopi sapu tangan.
Menghapus gelisah,
sampai air mata.
Seperti amarah yang jebol,
seperti cokelat,
seperti seks.
Nowhere, Desember 2008
Rumahku,
bukan sebuah bangunan megah,
bukan pula sekumpulan orang berpakaian mewah..
Rumahku,
adalah sebuah sinar yang hangat,
namun menyejukkan..
Memberiku petunjuk seperti bintang di langit yang gelap,
menuntunku pulang tepat pada tiap langkah,
menyambutku dengan sebuah rengkuhan.
Rumahku,
adalah tempatku berpulang.
Suatu hari nanti.
Dan sekarang hanyalah fatamorgana,
yang riuh rendahnya kadang memekikkan telinga.
Cirendeu, Desember 2008
Monday, October 27, 2008
aku benci merindukanmu
sambil menyetir sepanjang jalan tol
di bawah jejeran lampu yang sengaja dipadamkan
sekedar untuk penghematan
tanpa memikirkan keselamatan jiwa
hei malam ini saatnya rasa
perduli setan dengan nyawa
aku masih benci merindukanmu
dan selalu gatal untuk bertanya
adakah kau disana
di ujung jalan tol
yang sepertinya mulai terang
setelah berbelas kilometer
dan beberapa kelokan tajam?
aku makin benci merindukanmu
ternyata hanya gardu tol
dengan petugas tol bermuka kantuk
dan tangan yang terulur malas
dua puluh ribu sekian untuk antar kota katanya
memangnya aku ini supir bus
pakai instilah antar kota
itu itu yang buatku benci
bukan sekedar kesal
apalagi aku kembali sendiri
di tengah kota ini
masih saja bodoh untuk merindukanmu
mungkin baru selesai kalau lampu kota ikut dipadamkan..
Terkadang ada luka yang membekas lama,
walau perih baru terasa.
Membuat mulut gamblang berkata,
walau bukan hal yang biasa.
Kata yang tak tertata,
menggunungkan rasa murka,
menghilangkan semua suka.
Haruskah kita tak bicara?
Atau sekedar tak punya wacana?
Cirendeu, Oktober 2008
Yesterday is late,
tomorrow is too damn far..
Today is right now,
make the right decision,
and be consistent.
Because today is a gift,
that's why we call it PRESENT.
Cirendeu, October 2008
Wednesday, October 15, 2008
Mungkin ada...
setitik,
seberkas,
sekilat.
Seperti kilat,
yang menghabiskan semua,
menyerukan titik!
Dan meninggalkan berkas,
mungkin.
Titik Poentjak (Rasa), Oktober 2008
Getting close is a distance,
getting far is a trial,
with a big possibility you'll win the game.
When you think you already have it,
and you act like one,
that's the point where you're gonna lose it.
Be a winner,
act like one,
but don't get too comfy,
that's a loser's behavior.
Poentjak, Oktober 2008
Dia adalah cermin,
dengan lorong pantul yang panjang,
yang membalas satu kebaikan,
beribu kali lipat..
Yang mengembalikan tunas harapan,
dengan pucuk ranting setinggi tepian langit,
dan tentunya lebat hijau daun.
Tidak seperti manusia,
harapan yang kita letakkan,
seperti nafas yang terlalu dekat dengan cermin,
mengembun dan memburamkan pandang.
Mengandalkan manusia,
adalah suatu pilihan.
Mengandalkan-Nya,
adalah satu-satunya jalan keluar.
Cilandak, Oktober 2008
Friday, October 03, 2008
Gadis-gadis sekarang,
mati aku bersaing warna,
sesak karna usia tengah hari.
pijar lampu malam sudah meredup,
bukan karna semangat menghilang,
tapi karna tugas esok pagi.
Masih ada hari-hari lain,
yang bisa diakhiri tawa.
Denting gelas di balik lirikan mata,
senyum simpul dan beberapa persen alkohol.
Nanti kalau kau lelah,
dan ingin berbagi cerita.
Meminta sedikit perspektif dunia,
kita bisa berbagi kesenangan,
dengan cara kita sendiri.
Sunday, September 21, 2008
letaknya hanya beberapa kaki,
dan ingatan masih lekat di hati,
hanya saja terlihat buram..
(meja makan, memakan kenangan)
Thursday, August 07, 2008
aku di halaman dua
kamu di halaman tiga
tak pernah ada percakapan
di satu halaman yang sama
aku mendahului
kamu tertinggal
begitu juga sebaliknya
kala waktu merotasi plot kita
tapi di penghujung hari
setelah semua selesai dibaca
kita selalu bertemu
saat buku kembali ditutup
bertemu tanpa pernah bersama
aku masih teringat siang itu
tidak ada yang bergerak
hanya alis dan keruh mata bercerita
semuanya diam
mungkin kita lupa bernafas
tapi bagaimana hati ini
degupnya mendominasi kebisuan
siang yang nahas itu
mana kutahu kau akan begitu
raut mukamu terlihat kaku
seperti awal kita bertemu
hari ini juga aku berhenti
melepas cinta di ujung lensa
menuang warna di klise film
katamu pecah
tidak mau lagi mengabadikan momen
kalau harus melihatmu begitu menawan
tapi jatuh di tangan lawan
aku masih teringat siang itu
mataku panas
mungkin aku yang harus berhenti
membuatmu gila seperti ini
mengenang cerita, Agustus 2008
Friday, July 25, 2008
Gelisah malam kali ini.
menderu-deru
angin
berpusar-pusar
Mimpi, mimpi....!!
Kata pucuk langit yang jadi persinggahan.
Tidurlah lelap,
pagi masih lama menarik kekangnya.
Ringkikannya yang nanti kan bangunkanmu.
Bandung, Juli 2008
Matanya kabur.
Hujan lebat pagi ini,
di balik kelopaknya.
Kemana manis?
Kemana kau pergi?
Aku sudah lama kehilangan masa lalu,
apalagi sekedar selasa ungu.
Mereka pecah dan buyar!
Di tiap pucuk pagi,
menanamkan rindu entah dimana.
Aku kehilangan rinduku.
Bandung, Juli 2008
Saturday, June 14, 2008
Halaman ini tidak akan pernah kusapu,
atau sekedar kurapihkan.
Biar semua begini adanya,
dengan cerita kita yang kian banyak,
dan senyummu yang jadi tepinya.
Halaman ini tidak akan pernah kuubah,
apalagi kujadikan mati.
Semuanya harus tumbuh,
kenangan kita, seiring dengan sesakku.
Biar semua begini adanya,
aku mati pelan-pelan,
dan halaman ini hidup selamanya.
Kenangan blogsite tua, Juni 2008
Friday, June 13, 2008
My sanctuary,
that's who you are..
Safest place in this whole wide world,
where I can be kind-hearted,
or even play another dark round.
Acting with free will,
be whoever I wanna be.
The ability to do,
or not to do anything.
My sanctuary,
where I search for a peace of mind..
You're my final destination,
what could I ask for more.
Cirendeu, Juni 2008
Tuesday, May 20, 2008
ada cerita tentang kamu
yang mengusik sunyi senyap
gelap yang melindap
membuat ku tak sadar
meraih gitar yang lama terlantar
memainkan cerita yang mirip sebuah kelakar
ada cerita tentang kamu
dengan aku di dalamnya
tapi masih saja ku tertawa
dengan tiga belas otot muka
yang tak pernah berhenti bekerja
sampai waktu habis lalu aku berair mata
semalam suntuk dari rasa lega
ada cerita tentang kamu
belum selesai ditulis
takkan habis dibaca
Cirendeu, Mei 2008
Friday, May 16, 2008
Rindu.
Seperti badai yang datang tiba-tiba.
Tanpa gejala, lalu membawa segala.
Rindu.
Seperti kematian yang menyergap.
Saat nafas kehidupan masih berderap.
Jack House, Mei 2008
Tuesday, May 13, 2008
Sebuah buku, dengan lembar-lembar yang menua,
warna kuning menyatakan usianya.
Hanya saja aku tak pernah kesulitan membacanya,
walau kata-kata yang memudar selalu melemahkan akalku.
Aku masih tertawa karna gurauan yang sama,
dengan ujung halaman terlipat,
bercak disana-sini.
Aku masih menangis pada titik koma yang sama,
bukan serupa tapi lagi-lagi sama.
Cerita yang itu-itu saja,
menjadi tempatku mereka ulang petaka,
sembari sesekali mengaku dosa.
Cilandak, Mei 2008
Saturday, May 10, 2008
Waktu lebih giat dari usia.
Di suatu senja merah dadu,
dengan bahagia aku berhenti menua,
karna telah hidup bersamamu.
Cirendeu, Mei 2008
Tuesday, April 08, 2008
Kembalikan mimpiku, hai pencuri!
Malam baru tiba, mata belum merapat,
kau ingin aku mengingat lekat-lekat.
Pada mimpi yang kuloloskan dari kedua belah paha,
yang kugantungkan di balik pintu,
dan mimpi yang kujahit kembali karena bolong.
Mimpi yang bisa kau curi begitu keluar dari cucian,
sebelum kurapihkan dengan beban hidupku,
dan keringat mataku.
Dasar penjahat!
Cirendeu, April 2008
Friday, March 28, 2008
Kau menggenangkan sejarah di biru fotomu,
membiarkan kunang-kunang terpatri dalam pigura,
dengan sinarnya yang berpendaran.
Mereka basah,
berkerlip gelisah.
Entah apa yang hendak kau pegang,
kami buram, karna jelas ingatanmu.
I believe, you're better than that =)
Cirendeu, Maret 2008
Tuesday, March 25, 2008
Dengarkan aku,
lewat derap kaki yang sama.
Saat gembira, gelisah,
marah ataupun bergairah,
bunyinya terdengar sama.
Hanya terkadang lebih cepat,
atau sesekali melompat-lompat.
Tetap sama karna sepatu darimu,
yang berkali-kali kuganti solnya,
yang tetap pudar walau baru disemir.
Aku tetap setia padamu.
Lewat sepatu tuaku,
aku selalu ingat padamu.
Cirendeu, Maret 2008
Aku tidak pernah tahu,
kapan kau akan menangis.
Ketika kau resah,
bergulung-gulung menjadi gelisah,
lalu akhirnya berujung air mata,
aku tak pernah tahu.
Aku hanya tahu kau pernah meminjam renyai hujan,
dari lembaran buku puisi yang entah,
lalu kau sembunyikan baik-baik,
tanpa ijin dan lengkap kalimat,
hanya kau yang tahu dimana.
Untuk hari besar itu, hari baik katamu,
hari yang paling pas suasana hatimu,
dimana kau rebahkan kepalamu,
dan memulai renyai hujanmu.
Aku basah, tidak hanya kemejaku,
tidak karna air matamu.
Cirendeu, Maret 2008
Wednesday, February 20, 2008
seperti lupa pada jalan pulang,
gerimis menghapus jejakku,
dan burung gereja memakan remah rotiku.
Lama betul aku tidak menulis,
seperti perempuan separuh abad,
yang duduk bersandar kekenyangan,
setelah memakan satu dunia.
Lama betul aku tidak menulis,
ataukah dunia tlah menjelma sepotong roti,
yang kukunyah perlahan sampai habis,
membuat manusia paling rakus,
ada di seberang cerminku ini?
Monday, February 18, 2008
Hanya orang besar,
yang berani dua kali berputar,
untuk kembali ke jalan yang benar.
Cirendeu, Februari 2008
Thursday, February 07, 2008
Sebanyak apapun kau menangis,
biar bulan habis dimakan malam,
kau hanya bisa menyusuri tepian sungai.
Berjalan bolak balik pun,
takkan mengubah arah alirannya.
Barito, Februari 2008
Wednesday, January 23, 2008
Kalau kau urai benang raja dengan ketujuh warnanya,
mungkin masih kalah dengan tujuh kali tujuh kali tujuh,
kombinasi warna milikmu yang tak luntur usia.
Bintaro, Januari 2008
Kulihat kau melihat dunia dilihat telanjang,
lengkap sempurna tanpa penglihatan,
tanpa terang yang kerap mencipta bayangan.
: pn
Bintaro, Januari 2008
Friday, January 18, 2008
Kau bisa tumbuh semakin tinggi,
dengan mengacuhkan semua rasa.
Jadi perempuan memang harus perasa,
bukan berarti membuang fungsi otak.
Rasa-rasanya, ini saat yang paling tepat,
untuk sedikit saja merasai.
Tebet, Januari 2008
Cemburu itu nikmat,
seperti kulit gatal kena garuk.
Cirendeu, Januari 2008
Thursday, December 27, 2007
Kali ini aku kehilangan siang hari,
setelah kemarin malam yang jadi sasaran.
Aku juga kerap meluputkan hari-hari genap,
bahkan hari Sabat termasuk di dalamnya.
Lima belas hari tiap bulannya,
juga pada mereka yang tak bulat sempurna,
semua hilang.
Bagi dua saja keseluruhanku,
itu akan menghemat kerjamu.
Saat kau pergi dariku,
kenangan dan setengah usiaku,
turut kau kemas dalam kopermu.
for my long lost partner, cmy..
Cirendeu, Desember 2007
Wednesday, December 26, 2007
Kunyalakan pijar tanpa sumbu,
yang kerap bermain,
melayang-layang diayun bayu.
Kenapa kini harus kupendam,
ditimbun dan dilupakan,
mati tanpa udara?
Cirendeu, Desember 2007
Wednesday, December 12, 2007
Kata-katamu awalnya berbaris rapat,
lalu dengan cepat membentuk koloni,
berhamburan keluar dari layar monitor.
Kata-katamu membuat mataku kesemutan.
Bukan karna tak tahan membacanya,
tapi karna membuatku sulit saat berjalan.
Kata-katamu,
buat mata-mataku,
nyaris-nyaris buta!
Cirendeu, Desember 2007
Tuesday, December 11, 2007
Aku tidak mencari ketenangan lonceng gereja,
pun ketujuh sakramennya.
Aku mencari ketenangan yang rasional,
tanpa kau tarik garis batas,
dan menyebutnya sakral.
Cirendeu, Desember 2007
Friday, December 07, 2007
Aku tidak pernah mau dan merasa harus menghapus jejakmu dari tubuhku.
Seperti sekarang kubiarkan keringat dari pori kepalaku,
bertemu di tengah batang, dengan milikmu yang tersisa di ujung rambutku.
Biar nanti mereka berkibar kuat-kuat,
menandakan kemerdekaanmu atasku.
Beverly, Desember 2007
Tuesday, December 04, 2007
Jangan salah sangka, jangan salah duga,
jangan salah tebak, kalau lama-lama aku jadi kamu.
Membaca kamu jauh lebih mudah dari merasaimu.
Kata-katamu lembut menyusup,
dibacakan oleh angin yang sembari lewat.
Berdiam di lekuk telingaku lama sekali,
sampai tak larut-larut,
berapa lama pun waktu mengaduknya.
Kalau kau sejujur kata-katamu, mungkin kamu bukan kamu,
aku bukan aku, dan kita sudah menjadi kita.
Kau itu tanda baca, yang menghentikan kalimat-kalimatku yang memburu.
Kau mengisi jeda, tanpa perduli betapa kosongnya dirimu.
Seharusnya tidak begitu, kamu seharusnya tidak begitu.
Tebet, Desember 2007
Sunday, December 02, 2007
Pernah kusiakan masa kini yang berbaris,
karna suatu hal yang kutakuti di masa depan.
Takkan lagi kugerogoti pancang masa depanku,
hanya karna gema masa laluku.
Cirendeu, Desember 2007
Tuesday, November 27, 2007
Waspada selama berjam-jam,
membuat malam begitu asing.
Tak bisa lagi kukenali baunya,
sudah hilang aroma khas itu..
Kuulurkan tangan hendak meraba,
hanya hangat yang terasa.
Menggelincir cepat dari pelupuk mata,
bersama satu, dua tanda tanya yang tersisa.
Cirendeu, November 2007
Monday, October 29, 2007
Mereka takut pada hujan,
bergairah pada saat yang sama.
Begitu menikmati atmosfer yang ditiupkannya,
tapi tak berani terlalu dekat,
hanya sekedar pandangan lekat.
Hujan seperti dosa,
baunya melekat di rambut dan pakaian,
walau sudah lama mengering.
Tak seperti mereka,
kau mirip aku.
Tak perdulikan basah tubuh,
tak merasa harus mengusap rambut,
dan sembunyikan basah yang menggairahkan.
Samarinda, Oktober 2007
: sederhana
Mengeja lisanmu,
seperti menghafal resahmu.
Terima kasih untuk pernah menjawab,
semua pertanyaan yang tak masuk akal,
dengan kalimat sederhana;
aku cinta padamu.
Medan, Oktober 2007
Perempuan itu banyak,
cantik itu biasa.
Tapi menjadi perempuan yang setia,
aku tengah mempelajarinya.
Karawaci, Oktober 2007
: memori hujan
Suara hujan,
selalu terdengar seperti nyanyian,
buat telingaku yang mengenangmu.
Kadang lebat begitu menghantam,
kadang ringan begitu menggoda,
seperti pribadimu; hujanku,
yang pernah kukenal dalam.
Biar malam ini banjir,
saat ku dijadikan kekasih hujan,
menghancurkan tubuhku,
tapi mengisi jiwaku.
Medan, Oktober 2007
: spesial
Begitu mudah kau tata kata,
takaran yang tak masam di lidah,
saat ku mengejanya..
Tak pernah kutimbang kata,
lebih berat dari tindak.
Kecuali berlembar-lembar surat cinta,
yang masih melekat di benak.
Tergaris dan tercoret oleh air matamu,
kuingat betul rasanya.
Medan, Oktober 2007
Tuesday, October 16, 2007
Mata Cermin
Mendekatlah,
hampiri terang mata(ku) yang kian memudar..
Bersabarlah,
tetap pandangi lekat-lekat..
setelah embun usai membayang,
hanya sisakan hitam pekat..
Bintaro, Oktober 2007
Monday, October 15, 2007
Satu kali saja,
aku terluka.
Berulang kali, belasan bahkan puluhan,
kucoba mengisinya dengan air mata.
Habis milikku,
kubuat kau terluka.
Biar lukamu berair mata,
agar sembuhkan lukaku.
Aku tak pernah tahu,
luka adalah pusaran air,
yang tak pernah bisa dipenuhi.
Cirendeu, Oktober 2007
Wednesday, September 26, 2007
senja yang sempurna
berkeluh kesah tentang privasinya yang terganggu
segerombolan orang selalu datang dan menelanjanginya
tidak tahu malu bahkan tanpa permisi
senja yang sempurna
selalu khawatir
akan surai keemasan
yang rontok lantaran digapai
diturunkan secara paksa
senja yang sempurna
tak lagi bahagia
ingin jadi rombeng
berwarna putih butek
yang tak pernah diandaikan
sbagai wajah mulus ala iklan kecantikan
Karawaci, September 2007
Sunday, September 16, 2007
Adalah api,
yang lekat pada sumbu,
tanpa harus dinyalakan..
Yang berdiam,
tak kenal waktu,
berpijar menuntunku pulang..
Yang tak pernah sekalipun,
membakar rumahku,
selagi ku pergi bersama angin..
Adalah kamu,
di mata dan hati ku.
Cirendeu, September 2007
Wednesday, September 05, 2007
I always to figure it out,
where the wind is coming from..
but I do need a windex,
it is the sound of your needs..
Let the wind blow onto our back,
and feel it by turning our head left to right and back..
You will know the direction,
you will feel the love..
Loving you is plain sailing..
for my love,
happy anniversary..!
Cirendeu, September 2007
Monday, September 03, 2007
Bukalah mata,
kedua jendela.
Mungkin masih tak sampai,
secerah langit tinggi makamnya,
berjingkatlah sedikit,
meningkap kehebatan-Nya.
Mengelir padang jadi hijau,
dengan bias pelangi di sudutnya,
ditanamkan-Nya guci tanah liat,
berisi harapan yang pekat.
Cirendeu, September 2007
Saturday, September 01, 2007
Lonceng tua berkarat,
berat karna dosa usia,
dilupakan bunyi begitu saja.
Sedang apa kau di bawah sana,
mengayun tali, mengharap dentang?
Biar saja mengalir deras,
dari luka keluar merah setelah hitam,
menyisakan kuning keemasan.
Bebaskanlah kami dari yang jahat,
yang teramat sangat jahat,
dari dalam hati ini.
Hati yang murni,
menyempurnakan nada,
jelas dan jernih...
untuk diperdengarkan kembali.
Cirendeu, September 2007
Thursday, August 30, 2007
Kemana kata,
yang biasa menemani senja hari,
membuat secangkir teh semakin manis,
larut disesap oranye langit?
Kemana kata,
yang selalu mampir,
di malam dingin,
jadi mantel berkerah bulu cerpelai?
Kemana kata,
mungkin ada di kedua sudut bibir,
melengkung turun,
berduka karna basah mata?
Aku rindu,
kemana kata?
Bintaro, Agustus 2007
Monday, August 27, 2007
Semalam suntuk aku bersamamu,
untuk bisa menulis lewat mata,
genangan yang mengering,
menyisakan sedikit noda.
Tapi untuk bercerita tentangmu,
waktu akan habis,
sampai kerak tak tersisa,
dan masih belum selesai.
Bintaro, Agustus 2007
Saturday, August 11, 2007
Mataku tertinggal cepat jari,
mencari nama menyusul angka,
kukirimkan! Wush...!!
Sudah, lebih susah mengirimkannya,
ketimbang merekonstruksi ingatan tentang kamu,
dan membuat ratusan bait indah karnanya.
Cirendeu, Agustus 2007
Mengasuh mimpi dalam palungan,
lebih sulit ketimbang melahirkannya.
Sekarang bagaimana caranya,
agar tidak tercecer dan dimakan hewan ternak.
Cirendeu, Agustus 2007
Penetrasi panasmu,
membekukan ingatanku.
Bandung, Juli 2007
Rambutmu kelambu yang merapal wajah semakin manis saja,
hitam membingkai putih menyesatkan mataku tak tahu tujuan..
Matamu sebuah jawaban, dari pertanyaan sepenuh bulat matahari,dan kalimat yang menggantung resah seperti awan putih kebiruan..
Bibirmu cawan yang menampung semua jenis anggur lezat tak bernama,
yang juga tak berkawan dengan hari dan usia,
hingga tetap matang dalam manis tiap reguknya..
Cirendeu, Agustus 2007
Aku terbata-bata membaca jejakmu,
tanpa tahu kapan kau pulang.
Selepas gerimis waktu nampak begitu serasi,
hanya di sendu kedua bola matamu.
Lari-lari kecilmu tak meninggalkan basah disana-sini,
tapi masih belum mampu selamatkan aku dari jatuh (cinta) kepadamu.
Yang tak sekali,
pun tak habis berkali-kali.
Bandung, Juli 2007
Sunday, August 05, 2007
mencuri dengar tiap kali hening berdentang
menyapu gerimis sebelum merah hijau dikelir pelangi
dasar tak tahu malu
selalu datang tak sopan waktu
Cirendeu, Agustus 2007
Thursday, August 02, 2007
Kembalikan sepi,
dia yang tak jemu berdiam diri.
Resah betul aku,
dengan ramai ini..
Ada apa pula dengan para jemari,
sibuk meracau sendiri?
Cirendeu, Agustus 2007
Tuesday, July 31, 2007
Kudengarkan lagu yang sama,
dengan derita berbeda.
Seperti pengulangan tanda tanya,
di genap air mata.
Bandung, Juli 2007
Thursday, July 05, 2007
Mirip orang berpuasa,
air mukanya tak bercerita.
Putih walau tidak bersih,
tampilannya seperti malaikat.
Tidak ada guratan sedih,
kerutan gelisah, apalagi amarah.
Semua sudah dicuci habis,
sebelum masuk ruang sidang.
Lewat lubang wastafel mereka dibuang,
dekat kaca bertuliskan, "Sudah bersihkah Anda?"
thanks to Danarto
TIM, Juli 2007
semakin kau rapihkan alis itu
hitam berkelir
meneduhi sepasang mata
yang membekukan gerak
meledakkan sensasi
semakin aku curiga
sekujur tubuhmu berbulu
rupanya kau termasuk di dalamnya
sekawanan serigala yang rupawan
Cirendeu, Juli 2007
Tak perduli sial tujuh turunan,
kupecahkan kaca di segala penjuru rumah.
Aku hanya ingin keyakinan,
bukan keraguan setiap kali ku berkaca.
Cirendeu, Juli 2007
Wednesday, July 04, 2007
aku tak hidup di jamanmu
belum mampu merasuk ke lengan dan ototmu
yang dirupiahi entah berapa
aku hidup di jamanku
hampir tak penuh gelisah karna amarah
kau buruh mereka kapitalis
aku tak pernah benar-benar hidup
bila tidak bisa menyumbang sebuah kalimat
penyemangat yang kau tukar dengan darah dan air mata
Bukan Kata Baru (WT) sebagai inspirasi..
Cirendeu, Juli 2007
Tuesday, July 03, 2007
Sepanjang sore madu dalam secangkir teh tak terbaca,
kalimat yang kudengar panjang pahitnya..
Coffee Club, Juli 2007
Saturday, June 16, 2007
Dari tadi lari kemana?
Ingin jadi titik fokusmu,
walau sebelah mata saja.
Kemang, Juni 2007
Kau memakan garis usia di telapak tanganku,
meninggalkanku tua sebelum waktunya.
Cirendeu, Juni 2007
Wednesday, June 13, 2007
Dia mencuci hati yang dendam,
dengan mata tetap terpejam.
Cirendeu, Juni 2007
Monday, June 11, 2007
Kapal yang terbakar,
tidak membutuhkan dermaga baru.
Cirendeu, Juni 2007
Thursday, May 31, 2007
Aku ingin bersamamu tujuh hari seminggu,
tak hanya pekan lalu atau lain waktu.
Cirendeu, Mei 2007
Monday, May 28, 2007
Hidungku buntu,
apalagi otakku.
Hanya ada sedikit kenangan,
yang buatku tersungkur.
Cirendeu, Mei 2007
Sunday, May 27, 2007
Malam itu kau telanjang.
Kukira di balik kemejamu,
ada jawabnya.
Atau paling tidak ada petunjuk,
di dalam celanamu.
Seharusnya aku kembali ke titik awal,
mata yang memerangkapku,
dalam.
Aku pulang,
tiada tersesat.
Cirendeu, Mei 2007
Monday, May 21, 2007
Dengannya kubangun pasir jadi istana.
Biar dikoyak angin, malam-malam betul,
disandera tanpa jaminan dan waktu.
Dengannya bunga jadi beku.
Diam tak lekang waktu,
dalam sebuah lagu.
Dengannya kusaksikan matari malu-malu,
turun dari tahtanya,
setelah setengah hari dirayu.
Cirendeu, Mei 2007
Saturday, May 19, 2007
: Daddy
Bapakmu punya anak-anak lain untuk dikawinkan,
tapi bapakku hanya punya satu anak untuk diantarnya.
Berilah kehormatan itu,
seperti dia memberi nama untukmu,
yang menjadikan kita saudara.
Cirendeu, Mei 2007
Selepas peron mata tak bisa diam,
seperti gelisah dalam dudukku.
Sebuah perjalanan untuk apa dan bagaimana,
kembali menjadi tanda tanya.
Kenangan yang kuselipkan dalam ransel menguap tanpa permisi.
Mengusik sekumpulan cita yang kubangun di tengah riuh rendah.
Berkendara selayang pandang,
aku seperti tak tahu mau dibawa kemana.
Masih buram dan pucat warna,
seperti asap lokomotif di ujung sana.
Mungkin nanti ada jawab,
dijajakan dengan harga bervariasi,
di tiap stasiun pemberhentian.
Tinggal baik-baik aku memilih,
syukur-syukur bisa menawar.
Cirendeu, Mei 2007
akan kusisakan malam yang keramat untukmu
tepat di tanggal delapan belas
akan kumandikan bunga panjang kali lebar tegel batu itu
masih dengan merah mawar yang pernah kau sebar
akan kuurapi bangunan satu setengah level
yang membuat kamu lelah naik turun
menyiapkan gantungan lampu temaram katamu
akan kusisakan malam yang keramat untukmu
biar mabuk yang ciptakan euphoria
menemaniku berkhayal
seakan ada kamu dan mereka
sumber bahagiaku
sampai akhirnya
malam keramat
tak bisa diritualkan lagi
Cirendeu, Mei 2007
aku benci puisi
yang mati tertusuk duri
diam mencekam
nyaris berbau sampah
teronggok begitu saja
aku benci kata
yang sekarang mengambang
sekenanya
mengosongkan toples
mengiris belahan fikir
tapi hampa
percuma
aku benci semua
yang indah jadi buruk
aku yang ikut mati
karna kenangan sepanjang tahun
membuat kelu lidahku
memenuhi lembar putih
dengan sumpah serapah
tak lagi melahirkan
kata bahagia
yang beranak pinak
Cirendeu, Mei 2007
setelah kau pergi
datanglah serombongan orang
yang lalu duduk berkeliling
putar memutar gelas seng
isinya riak bercampur darah
karna air mata sudah berkerak
Cirendeu, Mei 2007
Thursday, May 17, 2007
Lapar dan haus tak pernah jadi perkara.
Rasa menggumpal seperti darah mati ini,
yang menyurutkan langkahku.
Cirendeu, Mei 2007