Friday, July 29, 2011

Du Dee Dam

Aku mengutuki setiap geliat yang merambat,
perlahan merasuki dan berputar, masuk ke dalam,
erat dalam lubang.

Aku mengutuki lantunan yang berpendar senyap senyap,
kadang besar kadang kecil, hanya selalu tepat sasaran,
menyeruak ke rongga otak dan membuatku teringat.

LandonPigg - Oasis - Verschiedene - Extreme

Dalam suatu ketidakmungkinan,
kalaupun ada, kurasa aku tidak dapat lari lagi.

capital clue - @rumah4

Wednesday, July 13, 2011

Chocolate Can't Save Me Tonight

I gave you my heart,
and look where you put me,
somewhere behind all the work.

A day or two,
singing it counting it,
let's not multiply it,
or change the plan.

But, hey..
there's nothing I can do about it,
hear me out, if I'm passing your ears,
hear me out, if I'm somewhere in your mind,
I wont say something about the heart,
not the heart, one thing you can't talk about.

I turn off the music, kill the tunes,
make it go away, make it travel a long way,
closing the night, hiding the tears,
writing something nice, covering what's mine,
both ways just won't change you,
cause nothing can make you feel, anything.

Chocolate can't save me tonight.
Let's go out and burn the night.

somewhere down the road :: this time

Friday, July 01, 2011

Pemahaman -ku Tentang -mu

Pengertian itu berjalan sendiri,
menggeret waktu dan sebuah cermin.

Supaya ia tak kesepian sepanjang jalan.

@two2, 30 Juni 2011

Monday, June 27, 2011

Heart Journey

When I'm driving my life purpose,
you are my blind spot.

(i love when you make my world stop,
you make me crash the heaven's gate)

@rmh4, 27 Juni 2011
Random Tweet

I love my life,
I love the way you touch it,
you give more reasons,
just to be happy, even more.

Walk the line, 27 Juni 2011

Wednesday, June 01, 2011

Hanya Sebuah Jeda

Sehari, dua hingga tiga,
mungkin juga sampai dua pekan...
tidak terasa lama.

Dibandingkan dua puluh tujuh,
dikali tiga ratus enam puluh lima hari.

Direnungi dengan kata suka,
dicatat dengan air mata duka.

worth my heart, 1 Juni 2011

Monday, May 30, 2011

Hemel oh Hemel

Bukannya aku tak percaya syurga,
tetapi perpaduan kesempatan dan rasa tempo hari,
sungguh membuat kepercayaanku tersesat tengah jalan.


Cipete, 30 Mei 2011

Tuesday, May 24, 2011

Story Telling

If the story about running away from emotion is true,
I just wanna run away TO you.

non-escaping, BV 24 Mei 2011

Sunday, May 22, 2011

Ioki Talk

Kau sering berkata,
kita sungguh berbeda.

Benar adanya, sayang..
my sweetheart.

Akan tetapi, bukan seperti bumi dan langit,
hanya dua bintang yang saling berjauhan.

Tarik menarik,
saling mengamati,
walau dari kejauhan.

Sayang sekali semua akan runtuh,
hancur berkeping-keping duniamu,
bila kita menempuh jarak mustahil tuk saling dekat,
dalam arti yang sebenarnya.

memoir, 22 Mei 2011

Monday, May 16, 2011

Pemain Ganda

Aku begitu khawatir kau akan mematahkan hatiku,
sungguh kulupa bahwa ku tak punya hati.
Intimnya kita tadi hanyalah cemilan sore hari,
dan kau tahu pasti siapa diriku,
arah bicara serta bualanku ini.

deretan merasa, 310310 - on trip

Wednesday, May 04, 2011

Singa Nemea

Kubolak balik rumusnya,
luminositas.

Mereka menggunakan istilah itu,
lalu berusaha mengukurnya,
berusaha tuk jelaskan dan definisikan ka-mu.

Untuk apa mengerti suatu hal yang kurasa?
Untuk apa mencari pangkal dan payung konklusinya?

Kau tidak seperti katai putih dan bintang neutron.
Kau abadi selama tiap sel tubuhku mengingatmu.

Cahayamu, abadi.

892, 3 Mei 2011

Thursday, April 28, 2011

Pilihan Terbaikmu

Dalam kejadian-kejadian,
tidak ada kebetulan yang sederhana.
Semua luar biasa.

Dalam tiap hujan,
bukan hanya air deras membasahi bumi,
tapi juga ada duka yang terbilas,
dan harapan tumbuh indah seperti pelangi.

Dalam tiap bencana kehidupan,
selalu disisipkan kesempatan tuk bersyukur,
bisakah kita meresapi tiap kebangkitan itu?

Your Moment, 28 April 2011

Sunday, April 24, 2011

Ketepatan Hati

Siang hari dengan enggan menuruni tangga,
pelan-pelan meraba jendela, berharap bisa berkaca,
mengetahui potongan puzzlenya tidak sempurna,
hingga senja harus menggantikannya.

Kamu hanya tidak cocok di kutempatkan dimana-mana.
Mungkin untuk mengucurkan jerih payah,
atau juga untuk menguapkan kesedihan.
Tapi sinarmu yang kurang jingga,
tidak tersimpan tepat di sudut hati.

Dan aku, kehabisan kata-kata serta penalaran untuk menjelaskan.

@plea, 24 April 2011
Tiga Hal Mutlak

Cara mencegah mimpi buruk bukan dengan menghindari tidur.
Cara mencegah kesedihan bukan dengan tidak bertindak apa-apa.
Cara mencegah suratan yang buruk bukan dengan meletakkan pena kehidupan.
Bukan Sekedar Satu Lagi

Kalau semua berbeda untukmu,

kuharap jalan ke depan terblokir, runtuh tertimpa sesuatu,
atau kalau perlu dibuat melawan arus.

Menghentikan langkahku,
menjadikan kamu sebuah tujuan.

one memorable stop, 24 April 2011

Saturday, April 16, 2011

Parfume and Stout

Your scent is petrichor for me,
without confusing process before it.

Outside, I'm complicated.
With you, I'm definitely simple.

@rumah4, 16 April 2011
Best Days

A kind word is like a spring day.
But your love is like best days of every season.

-kampioen lief hebber-
Day After

It's like a day after marathon.
Now while my body is resting,
my mind and soul can go travelling back.

I miss you, 16 April 2011

Saturday, April 09, 2011

Clear Moment

No matter how hard you try,
eyes never lie.


otw rumah4, 8 April 2011
Kissing Rules

When we're kissing I don't care about my make up,
but don't ruin my heart after it.

otw rumah4, 8 April 2011

Tuesday, April 05, 2011

Chocolate Lover

The best dessert...
is the one you can see,
but can't have!


Diabetes talkin', 5 April 2011
ZIPP

Even amaretto can't beat the taste of your lips.


Melati, 5 April 2011
Express Love

Can you feel like...
crossing the world,
to heaven and hell..
yet you're not moving?
Not doing anything?

Melati, 5 April 2011

Sunday, April 03, 2011

Misa Hari Minggu

Selamat hari Minggu,
loteng gereja menanyakan sepatumu.

Katanya dia rindu,
dua pasang sepatu berukuran sedang,
yang bercengkerama di tengah misa.

Kalau hanya sepatuku saja,
tidak pernah jadi percakapan yang berarti.


@memoir blok B, 3 April 2011

Tuesday, March 29, 2011

Berulang Berumur

Tidak habis-habis, kamu.

Tidak juga kadaluarsa,
dan tidak menyentuh depresiasi.

Kamu.

@DienWai, 28 Maret 2011
Between Traffic

Morning hello just as perfect as your scent,
day and night.

@HB, 29 Maret 2011

Sunday, March 20, 2011

Bicara Dengan Diam

Malam ini bulan yang bulat sempurna tampil luar biasa,
paling besar dalam 20 tahun sejarah.

Malam ini ada diam yang luar binasa,
diam yang bulat dengan luka menyeringai dan segumpal darah.

Purnama ini kita santap dengan keheningan yang takkan terlupakan.

@rumah4, 19 Maret 2011
Menang Sebelum Berperang

Malam yang panjang tuk memikirkan langkah kesana,
dibanding jumlah adukan kopi hingga lebur bersama gula.

@rumah4, 19 Maret 2011

Sunday, February 27, 2011

Surat Untuk Ratih, Disana...


Aku akan mengenangmu,

lebih dari eyeliner yang tegas mencuat di sudut matamu,

lebih dari pandangan yang seakan-akan galak,

lebih dari hobi merokokmu yang selalu membuatku tersenyum...


Aku akan merindukanmu,

juga ceritamu tentang bekas kawanku yang juga bekas kawanmu,

juga rasa ingin tahumu tentang apa yang terjadi di dunianya,

juga amarah serta sedihmu saat menuturkan semua...


Aku akan terus belajar darimu,semampu aku,

bagaimana jadi perempuan yang begitu mencintai pasangannya,

bagaimana jadi istri yang begitu setia dan menunggui malam-malam yang dingin,

dengan harapan dan doa agar berangsur hangat,

walau hanya dengan jejak keberadaannya...

bagaimana jadi manusia yang hidup untuk membahagiakan orang lain,

tanpa memikirkan nasib dan keinginan diri sendiri.


Aku akan terus berusaha belajar darimu, dan juga dari lurus logikaku,

untuk mencintai semua, dan juga...merelakan semua karena tidak ada yang abadi.


Aku sayang kamu, Ratih.

Semoga kamu tenang dan bahagia disana.

Thursday, February 24, 2011

Sehari Puluhan Kali

Kalau kukumpulkan stik kayu tiap kuingat kau hari ini,
jumlahnya akan melebihi jerih payah kuli gendong,
satu pekan lamanya.


Off to the moon, 24 Feb 2011

Monday, February 21, 2011

Jembatan Yang Dikenang

Aku suka saat gerimis matamu jatuh di bahuku.
Pelan-pelan kita sebrangi dunia yang berbeda,
gelap dengan lampu, terang dengan mendung,
kita ubah dua jadi satu, untuk sementara waktu.

HoRe, 13 Februari 2011

Friday, January 21, 2011

Tiga Warna

Kau yang hijau merah hijau merah,
buatku deg-degan.

Tidak ada kuning memberiku waktu,
sekedar tuk bersiap-siap.

Hey, kekasih lampu merahku.


Deplu, Januari 2011
Sendja Seranum Anggur

Aku suka saatku mabuk,
karna wacana dan fikiranmu,
lebih dari anggur yang kau pilihkan.


evening feeling, Januari 2011

Monday, January 17, 2011

Pendar Pudar

Hari-hari itu....

hampir selalu,

Mereka menyebutku gadis kembang api,
berjalan dengan tapak gemerlap di malam hari,
serta kibasan kupu-kupu perak.

Kamu yang menyalakan sumbuku.
Tiada lain yang bisa.

A gift, Januari 2010
Perayaan Tahun Tersingkat

Kamu tertidur.

Tak mengapa, malam pergantian tahun dengan kembang api kan kulukis di pelupuk matamu biar bisa kau kenang esok pagi. Kujadikan cerita yang panjang tetap seindah mungkin, dengan keterbatasan waktu. Sebagaimana kau terbiasa memaknai kebersamaan kita, sesingkat hitungan short time di kamar kenangan itu.

Mimpi indah.

On the road, nu year's eve 10-11
Alibi Rasa Dalam Cerita

Aku mencium tanda tanya pada ceritamu,
sesungguhnya kau sedang membual tentangmu,
atau tentang kita?

Aku bersamanya,
aku bersamanya,
aku bersamanya,
kubaca : tidak ada apa-apa antara kita.

Perjalanan panjang kali ini tidak disertai janji temu kita,
padahal sudah kutunggu setiap senja datang lebih awal,
agar malam ke pagi juga menurut teramat singkat.

Rupanya keberuntungan bukan di bulan-bulan ini.
Mari kita coba lain kali!


@rumah4, Januari 2010

Monday, December 27, 2010

Terik Kata

Aku meleleh,
jauh dari matari,
terlalu dekat dengan luka hati.

@rumah4, Des 2010
Selamat Hari Duka

Aku ingin menangis habis-habisan,
tapi jauh betul jarak ke hatimu.

Kamu tuli,
hanya untuk mendengar lautan sedihku.

on the road, Des 2010

Tuesday, December 21, 2010

Malam Baik Untuk Bercerita


Cerita yang manis,

mengetahui kau berbohong entah untuk apa,

tanpa bertanya aku hanya diam,

pura-pura tidak tahu,

enggan melempar pandangan,

"bahkan begitu pun kau tak bisa jujur?"


Cerita yang manis,

melihat kau memilih jalan benar menuju kesalahan,

mementingkan etika dan cita-cita daripada mimpi dan hati,

namun tetap hati ini, suatu yang pernah kupercaya mustahil,

masih berdetak forte saat nama yang hanya serupa namamu disebut,


Cerita yang manis,

untuk tetap menulis ini,

bertahun-tahun setelah kau tiada, atau bahkan kau belum ada.

Kenapa terjadi begini, hingga di setiap ramalan,

begitulah nasib jiwa-jiwa yang percaya hati,

benar diciptakan setengah untuk masing-masing?


Cerita yang manis,

walau kini aku masih menunggu kau muncul setelah hujan reda,

aku, hati, dan hati-hati di balik jendela kamar,

tanpa sepotong atap pun untuk melindungi?


Kita hidup dari harapan,

rangkaian kata yang jadi cerita,

dan kepercayaan tentang suatu hari nanti.


Aku hidup,

juga untuk mewujudkan,

cerita yang manis.


fairytale, @rumah4, 20 Desember 2010

Sunday, December 19, 2010

Kisah Aurora

Kamu yang terindah, yang pernah hadir dalam komposisi nafasku.
Bahkan saat menedung resah bergayut di retina matamu,
aku yakin sendja adalah sendja, yang selalu indah.

Lalu apa artinya sebuah hitungan waktu,
detik menit jam bulan tahun...dan tahunan.
Apa artinya sebuah perilaku yang muncul dari pemikiran,
tindakan yang keluar dari hati,
sebuah aksi dan reaksi.

Suatu hari nanti, walau kita tidak bersama,
walau yang membawa namamu bukan milik kita,
tetap selalu ingat, seribu hal baik tentang kita,
bukan tentang aku.

Dan teruskan itu kepada mereka yang membutuhkan.
Karena memang sudah saatnya,
cerita itu berpindah tangan.

Biarkan mereka menulisnya,
dan mempercayainya terlebih dahulu.

@rumah4, Desember 2010

Sunday, October 31, 2010

Musim Pertunjukan Lagi


Menghitung kebenaran di balik degup jantung,

jawabannya adalah selalu ya dan tidak pernah tidak.


Walaupun tidak ada kata-kata, tidak pernah ada air mata.


Memberikan tanpa menjanjikan,

menjalani tanpa meragukan,

karena sama-sama tahu alur ceritanya.


Hingga kembali musimnya pertunjukan,

dan semua sibuk membuat pesanan.


Membuat corekan, menatah, menyungging wayang,

hingga memasang cempurit.


"Sebentar lagi waktu kita!

Dan Tuhan adalah sang dalang."


Aku yang setengah jadi,

melihatmu bicara dengan suka cita.


BV, amazing dejavu - 28 Oct 2010

Setelah Pentas


Menulis untuk memperbanyak waktu kita,

biar debu teka-teki naik mengudara,

meninggalkan segerombolan tanda tanya (saja).


Ada apa dengan baju ganti dan stocking-mu?

Ada apa dengan kegelisahanmu?

Aku sesungguhnya tidak perlu balik bertanya.


Segala sesuatu yang nampaknya kuat tidak selalu pasti,

hanya saja selalu ada yang hilang bersama waktu,

sebagaimana ada yang tumbuh seiring tik tok usia.


Sekarang bukan lagi kata 'masih',

kita sudah tidak muda.


Tapi aku selalu muda untuk untuk menunggu hidup,

arti sebenarnya,

keresahan sejujurnya.


Menunggu hidup beberapa bulan lagi.



Dan bila aku sial,

beberapa tahun untuk dihabiskan.


Sendja Bening, 29 Oktober 2010

Tuesday, October 26, 2010

Sampai Usia Sendja


Cerita yang berulang, di fase hidup berbeda,

pelaku terus menerus sama,

hanya masalah yang berganti.


Bukan purwa bukan klithik,

tapi kita berdua tahu kita siapa (dan yang mana).


Malam sudah turun menggeser sendja,

hanya sedikit waktu sebelum kita pudar,

menghilang bersama naiknya matahari.


PI, 26 Okt 2010

Sunday, September 19, 2010

Lonesome Is Way Better

Here it goes again,
another hook.

Can feel it hanging in my chest,
when heart is too weak to be spoken,
and I can't hear a thing.

Not a drop,
not a whisper,
just silent.

But I know it's bleeding badly,
just now.

Senayan, September 2010

Thursday, September 02, 2010

Diantara

Aku rasa kamu adalah nyata,
sebagaimana logikaku merasakanmu.

Kamu tidak lagi jauh di ujung mimpi,
dan tidak lagi asing dalam dunia.

Jembatan antara sadar dan tak sadar sudah hancur,
malam ini takkan lagi terasa panjang dan pudar.

I'll see you when I see you.

Homey, September 2010

Friday, July 09, 2010

Terbakar Airmata

Barang-barang di rumahku mudah terbakar,
setiap kesedihan memuncak dan airmata menetes,
tetesannya mengalir ke arloji, pigura, buku,
menjadi laiknya bensin..

Bila mereka mengakhiri tangis dengan senyum,
barang-barang itu selamat, tidak hangus terbakar.
Lain halnya bila malam tak ditutup dengan damai,
maka terdengar tinnggg! Mirip bunyi pematik api,
bersamaan dengan terpejamnya mata karna perih.

Itulah sebabnya aku berkata pada setiap yang datang,
dan beristirahat satu, dua jam,
apalagi menginap.

Jangan kalian pelihara bibit kesedihan di rumah ini,
tinggalkan saja di depan pintu rumahku,
atau masukkan dalam kotak pos dekat pagar,
biar dibawa angin lalu yang bertugas tiap menit.

Jangan biarkan rumahku hancur, bukan karna banjir airmata,
yang masih bisa kering walau sedikit rusak.
Tapi karna kebakaran yang meluluhlantakkan hati dan kenangan di dalam,
dan menyisakan hanya abu untuk menyambut sakramen taubat.

Jangan biarkan,
lebih baik kau tak usah datang berkunjung.

Resting House, Juli 2010

Sunday, July 04, 2010

Yang Tersesat Dalam Putaran Waktu

Sayang, aku seperti sudah gila!

Aku bicara sendiri dengan aksara yang berserakan di pandang mataku, aku melihatnya bangun dan menyusun utuh tubuh untuk kemudian berdiri tegak, tanpa ragu dia menyapu koma dan menendang titik, menghirup sisa harum air mata di antara kata, menjadikannya nyawa.

Aku melihatmu, terpisah dari detik ini dan kenyataan ini, seakan-akan terbelah dua. Tapi dua-duanya nyata! Hidupmu sungguh terlalu benar untukku eliminir, tentu tidak dengan romantisme yang kau genggam erat di retak hatimu.

Hatimu pernah retak karenaku. Aku yang lupa daratan, yang asyik dengan duniaku sendiri. Biar mereka bilang aku gila.....diam-diam aku masih bisa melihatmu. Kamu yang hidup sampai hari ini, dan kepingan diriku yang kutitipkan untuk bahagia denganmu.

Tidak Ada Transisi, Hanya Ada Abadi

Saturday, July 03, 2010

Rahasia Pemenang

Malam ini aku meletakkan sepatu lariku,
telapak yang pegal dan kapalan kukeluarkan dari kaos kaki,
entah keberapa belas pasang yang kukenakan,
hampir sepanjang tahun.

Perlombaan memang belum usai,
tapi aku ingin berhenti.

Trek lari tidak akan pernah habis,
dan takkan pernah lurus,
sama seperti waktu,
yang berjalan dan berputar.

Aku berhenti menjadikan waktu musuh,
bersaing dengan siapa saja,
dan berusaha menjadi yang terbaik.

Malam ini aku sudah tahu apa jawabannya.

Kita semua bisa jadi pemenang,
atas hidup yang entah sampai kapan.
Berdamai dengan kenyataan,
dan berusaha mencari harga diri di sela kekalahan,
karena kita akan selalu kalah dengan kesalahan kita sendiri.

@ left bedside, Juli 2010

Saturday, June 12, 2010

Pendengar Suaraku

Tuhan diam di ujung hidungku…
Tiap kubicara kutak bisa lihat Dia,
tapi kutahu sepertinya Dia mendengar.

Tuhan tinggal disana,
di suatu titik rawan tak terlihat.
Hanya ujung lidah kebenaranku yang menggapai-Nya,
bukan kata-kata yang hilang menjadi asap dan debu.

Tidak ada yang bisa jadi Tuhanku,
mereka terlalu dangkal untuk berada di tengah,
antara otak, mulut, dan hatiku.

Hanya Tuhan yang tinggal diam di ujung hidungku,
Dia yang mampu.

BV, 12 Juni 2010

Friday, May 14, 2010

Suara Logika

Kalau ada seribu langkah boleh terulang kembali,
tanpa nafas tertahan dan jam pasir yang dijungkirkan,
akankah kita bertemu dan berjabat tangan,
mengucapkan nama masing-masing,
sebelum akhirnya berlalu dengan beberapa senyum?

Kalau ada seribu tawa yang bisa digemakan kembali,
tanpa perlu diingat kapan dan kenapa,
akankah kita sekarang duduk bersebrangan,
menghitung centimeter yang nyata,
dan puluhan meter yang tak terbaca?

Kalau ada seribu tangis yang dapat disurutkan,
tanpa harus menggenangi bola mata,
akankah kita sekarang beradu punggung tanpa bersentuhan,
menggerutu dan mengeluh, pada dinding yang using?
Sungguhkah rasa itu tdk pernah ada?

Aku ingin melihat senyummu tanpa harus ku menangis,
Aku ingin bahagia tanpa kau berduka,
Bisakah kita menempuh jalan berdua?

Atau haruskah kita mendua? Hati dan logika?

@ office :: 14 Mei 2010

Monday, May 03, 2010

Sesederhana Selamat Pagi

Ada tanda tanya di balik titik,
selalu di cerita kita.

Ada kening berkerut,
ada gusar tak terucap,
ada sesuatu tak terungkap.

Ada seribu satu hari,
dengan sepuluh ribu pertanyaan,
dan satu keinginan.

Aku ingin bersamamu,
tanpa harus menyakitimu.

Ataukah harus aku tak bersamamu,
agar tidak lagi menyakitimu?

the end or not, Mei 2010

Wednesday, April 28, 2010

Telanjang #2

Kalau tiap mengucapkan sumpah anggota dewan harus jujur ya susah,
sudah telanjang juga isi hati siapa yang tahu?

@fiksimini #fiksimini
Telanjang #1

Telanjangya kali ini tidak membuatku bernafsu,
dia menceritakan masa lalunya yang penuh debu.

@fiksimini #fiksimini

Monday, April 12, 2010

childhood #note

"believe it or not,
i can smell the jittery..

just across my mind..
flying and evaporating..

our old nick names,
cute and irritating one,
our old argument,
about soccer, the team, and off course,
the final score.

believe it or not,
i can see the gulp..

without actually seeing it,
or hearing it..
that's the jittery..

and it ain't mine.."

sunday moment

Friday, April 09, 2010

Bilik Dering

@pastor_kepala Silahkan anakku RT @mistybusy: Saya mengaku..
begitu kedua hp kami berkicau dipisahkan jendela bilik pengakuan dosa.

@fiksimini #fiksimini
Ulang Tahunku :: undo

Aku ketinggalan bus usia, '
padahal hari ini aku ulang tahun.
Nafasku habis di halte ini.

@fiksimini #fiksimini
Yang Asli dan Tidak

Kasihan dia pd kakinya yg pegal,
segera dicopot dan dititipkan pd tkg refleksi. '

"Maaf mas,kami gak terima kaki plastik."

@fiksimini #fiksimini

Monday, January 04, 2010

Pasir ke Kota

Di antara terik matari dan pasir,
aku kehilangan jejak hari dan tanggal.

Tapi tiada hitunganku luput,
akan jumlah hari ku jauh darimu.

Bali, NYE 09-10

Thursday, December 10, 2009

Catatan Sebelum Tidur

Saat aku bisa menertawakan kebodohanku di depanmu,
itu cinta.

Saat aku bisa melalui rasa sakit utk ketenanganmu,
itu cinta.

Saat aku bisa menjadikan namamu sbagai pintu mimpiku,
itu cinta.

Saat aku bisa menjadi lebih baik denganmu, bukan hanya untukmu,
itu cinta.

Saat aku menulis ini dengan rasa kantuk, melalui blackberryku,
sudah pasti rasa ini cinta.

Aku akan menghabiskan ribuan kertas untuk definisikan c.i.n.t.a
padahal dia selalu terwakilkan olehmu.

on my bed / craving for u / dec 2009

Tuesday, November 03, 2009

# Senja Tanpa Judul

Aku tidak bisa mematahkan kalimatmu,
atau membantah takdirku..
Tapi kau mengetahui keseluruhanku,
hanya ada di dalammu.

@ Jojo, Nov 3rd 09

Tuesday, October 27, 2009

Kiss that makes me fall!

What’s in a kiss?
Maybe seven signs of nature,
from the brightest sun,
through thunder and rain.

Oh,
what’s in a kiss,
will remains a mystery.

I only can speak wisely,
along truthfully,
what’s in my heart,
when we kiss each other tight,
just don’t want to end the night.

There’s a sparks underneath your touch,
in every inch of yours.
Slowly I can sip
sweet sensation of bliss.

Sunlight in your eyes,
perfect in it’s places,
and I just knew,
the wind will never change.

Winter time kisses,
makes me wanna fall,
fall naturally,
in love with you.

You made a girl a woman,
stranger into lover.

With that winter time kisses.

So tell me again,
what’s in a kiss?

Jojo, Oct 2009

Thursday, July 02, 2009

: Puisi di Hari yang Aneh :

Mimpi di kotak suara,
diam tanpa hembusan nafas.

Terlahir tanpa simbiois mutualisme,
terbentuk karna desakan waktu.

Tidak ada selamat pagi,
tanpa tidur yang terusik.

Tidak ada akhir kalimat,
sepanjang masa panen koma.

(Terusik, Juli 2009)

Friday, May 01, 2009

Dongeng Ibukota

Adalah satu dongeng sederhana yang mematikan lampu-lampu di kamar tidurku,
menyulap pintu lemari jadi pintu gerbang kastil yang kokoh,
begitu megah dan tak tersentuh, mirip gedung-gedung tinggi ibukota,
yang membuatku silau bukan hanya karna kaca-kacanya,
tapi begitu banyak ambisi dan kesombongan,
mengutamakan kantong pribadi dan menenggelamkan kata rakyat,
yang seharusnya satu, yang seharusnya utama,
atau paling tidak diusahakan pertama.

Adalah satu dongeng sederhana yang menidurkan anak-anak bangsa,
dengan kelelahan mata dan jari akibat games elektronik,
melupakan lompat karet, gangsing, petak umpet,
membenci aktivitas outdoor dan mencintai keautisannya,
bukannya belajar berkawan, lebih suka melawan,
sama seperti suara-suara mereka yang berdemo,
satu stereo, tapi tak betul-betul mengerti maknanya,
bukankah komunikator yang salah bila pesan tak sampai.

Adalah satu dongeng sederhana yang membius kita semua,
mnghadirkan sejuta tanda tanya, ada apa setelah ini dan itu,
sehingga mau tak mau, semua turut serta,
membunuh pagi dan siang, menghapus sore hari,
supaya jutaaan tanda tanya tak beranak pinak,
atau jangan-jangan walau dipotong dengan pedang Lancelot,
tumbuh kembali seperti ekor cicak,
atau lebih parah cacing tanah yang mengganda.

Marilah kita lari pada malam,
begitu nyaman rasanya dalam gelap,
supaya siapa saja dapat mendongeng,
ganti-berganti menjadi pelaku dan korban.

Para pendengar selamat datang!
Setelah cuci tangan kaki dan sikat gigi,
layar panggung kembali terangkat,
untuk sebuah dongeng sederhana.

Djakarta, 30 April 2009

Wednesday, April 22, 2009

Pengakuan yang Sederhana

Dia selalu mampir ke telinga mereka,
mengorek dosa-dosa yang tiba-tiba terlalu besar,
untuk keluar dari liang telinga.

Dia selalu menggedor hati kuat-kuat,
seperti ibu kos menagih uang bulanan,
menyebut anak kosnya ATM gedor.

Dia selalu terselamurkan nafsu,
membuat kita buta, hanya tahu hujan lebat,
dan embun di kaca jendela.

Kita menjadi mengkilat karena kesombongan diri,
memantulkan semua yang datang menyerang.

Bahasa kebenaran itu sederhana....

Ataukah kita yang terlalu rumit untuk mengakui kebenaran?

Cirendeu, April 2009
Ciuman Rindumu

Kemaslah ciumanmu kecil dan rapat,
agar tak tercecer dan tak jatuh ke tangan yang salah.

Kemaslah ciumanmu kecil dan rapat,
agar bisa kusimpan di balik tempat foto pada dompetku.

Kemaslah ciumanmu kecil dan rapat,
agar tidak ada bibirbibir yang mengendusnya,
meraungraung minta dikasihani.

Tolonnnngggg..tolooooonnngggg,
mampirlah barang sejenak!

Perduli setan suara tak bertuan itu,
telinga ini sendiri haus ciumanmu.

Ciuman rindu yang kau kemas kecil dan rapat,
sebelum kau peras kuat-kuat..
amboiiii basahnya!

Cirendeu, April 2009
Di Belakang Bangku Penonton

Tanpa gelap,
dalam keheningan,
bermodalkan empat jemari,
dua kanan dan kiri,
kuciptakan lorong panjang.

Memutarkan film hitam putih,
bisu, masih dalam keheningan,
trrrrssstttt...trrrrsssstttttttt..
begitu banyak titik hitam,
yang malah membuatku mengingat.

Hidup itu luka yang menganga!
Hidup itu diam terpana!

Itu sebabnya aku melupakan luka,
bukan terluka karena lupa.

Cirendeu, April 2009

Sunday, January 04, 2009

Kompleksitas Rasa

Kamu;
teka teki silang kehabisan tempat,
daun pintu tanpa gagangnya,
rajutan tak disimpul mati,

Membuatku..
tak butuh merokok setelah seks,
menikmati puding tanpa vla,
lupa diri di bawah hujan lebat..

Kamu
dan
aku,

komposisi warna tanpa rumus,
karna tidak pernah ada pengulangan yang sukses,
hanya sekali itu saja.

BV, Januari 2009

Saturday, January 03, 2009

Jari Kaki Ukuran Dominasi

Aku berusaha fokus,
pandangan lurus ke depan.
Mencari hal-hal tidak penting,
yang harus kubombardir biar terlihat penting.

Jari telunjuk kakimu,
tidak lebih panjang dari jempolmu.

Harusnya aku bersyukur,
kamu tidak seperti mereka.

“Hitler begitu, Mussolini juga. Siapa yang tahu Tse-tung tidak begitu?”

Aku tahu teori itu pasti salah.

Kamu sudah mendominasiku,
paling tidak pikiranku.

me-time, Januari 2009

Thursday, December 18, 2008

Draft II November

Bukan yang pertama,
tapi mungkin yang utama.

"Mungkin nanti kata-kata itu akan sekedar mengumpar di udara,
tapi kuharap kau masih mendengar nadanya."

sms tidak tersimpan rapih di draft,
mudah-mudahan tepat sasaran.
Draft Bulan November

Ada yang terpampang,
imaji berselamur lampu,
entah siapa memburamkan apa.

Ada yang merasa,
hati kian memanjang,
sepanjang harapan,
sepanjang akal yang dicelup doa.

Ada yang tak bisa kulihat,
rasa dibalik imaji,
rasa yang ciptakan imaji,
click! click! click!

Mencuri jiwa dalam tiap frame,
membuat distorsi semakin buas.

Hati-hati,
kalau hatimu cuma satu.
Hati-hati gunakan hatimu.

:: dari sebuah "film' yang melintas di depan mata,
melompati hati dari belakang ::
Sehitam Sapu Tangan

Kopi hitam,
sehitam-hitamnya.

Menghapus merah menganga,
sampai tuntas!
Hingga buram saja,
sehitam jelaga.

Kopi hitam,
kopi sapu tangan.

Menghapus gelisah,
sampai air mata.

Seperti amarah yang jebol,
seperti cokelat,
seperti seks.

Nowhere, Desember 2008
Rumahku Nanti

Rumahku,
bukan sebuah bangunan megah,
bukan pula sekumpulan orang berpakaian mewah..

Rumahku,
adalah sebuah sinar yang hangat,
namun menyejukkan..

Memberiku petunjuk seperti bintang di langit yang gelap,
menuntunku pulang tepat pada tiap langkah,
menyambutku dengan sebuah rengkuhan.

Rumahku,
adalah tempatku berpulang.
Suatu hari nanti.

Dan sekarang hanyalah fatamorgana,
yang riuh rendahnya kadang memekikkan telinga.

Cirendeu, Desember 2008

Monday, October 27, 2008

Perjalanan Rindu Antar Kota

aku benci merindukanmu
sambil menyetir sepanjang jalan tol
di bawah jejeran lampu yang sengaja dipadamkan
sekedar untuk penghematan
tanpa memikirkan keselamatan jiwa
hei malam ini saatnya rasa
perduli setan dengan nyawa

aku masih benci merindukanmu
dan selalu gatal untuk bertanya
adakah kau disana
di ujung jalan tol
yang sepertinya mulai terang
setelah berbelas kilometer
dan beberapa kelokan tajam?

aku makin benci merindukanmu
ternyata hanya gardu tol
dengan petugas tol bermuka kantuk
dan tangan yang terulur malas
dua puluh ribu sekian untuk antar kota katanya
memangnya aku ini supir bus
pakai instilah antar kota

itu itu yang buatku benci
bukan sekedar kesal
apalagi aku kembali sendiri
di tengah kota ini
masih saja bodoh untuk merindukanmu
mungkin baru selesai kalau lampu kota ikut dipadamkan..
Diam yang Absah

Terkadang ada luka yang membekas lama,
walau perih baru terasa.

Membuat mulut gamblang berkata,
walau bukan hal yang biasa.

Kata yang tak tertata,
menggunungkan rasa murka,
menghilangkan semua suka.

Haruskah kita tak bicara?
Atau sekedar tak punya wacana?

Cirendeu, Oktober 2008
Today oh Today

Yesterday is late,
tomorrow is too damn far..

Today is right now,
make the right decision,
and be consistent.

Because today is a gift,
that's why we call it PRESENT.

Cirendeu, October 2008

Wednesday, October 15, 2008

! Kemungkinan

Mungkin ada...

setitik,
seberkas,
sekilat.

Seperti kilat,
yang menghabiskan semua,
menyerukan titik!

Dan meninggalkan berkas,
mungkin.

Titik Poentjak (Rasa), Oktober 2008
A Champ is a Man of Wisdom

Getting close is a distance,
getting far is a trial,
with a big possibility you'll win the game.

When you think you already have it,
and you act like one,
that's the point where you're gonna lose it.

Be a winner,
act like one,
but don't get too comfy,
that's a loser's behavior.

Poentjak, Oktober 2008
Cermin Harapan

Dia adalah cermin,
dengan lorong pantul yang panjang,
yang membalas satu kebaikan,
beribu kali lipat..

Yang mengembalikan tunas harapan,
dengan pucuk ranting setinggi tepian langit,
dan tentunya lebat hijau daun.

Tidak seperti manusia,
harapan yang kita letakkan,
seperti nafas yang terlalu dekat dengan cermin,
mengembun dan memburamkan pandang.

Mengandalkan manusia,
adalah suatu pilihan.
Mengandalkan-Nya,
adalah satu-satunya jalan keluar.

Cilandak, Oktober 2008

Friday, October 03, 2008

Usiaku dan Seleramu

Gadis-gadis sekarang,
mati aku bersaing warna,
sesak karna usia tengah hari.

Kegirangan itu sudah berganti,
pijar lampu malam sudah meredup,
bukan karna semangat menghilang,
tapi karna tugas esok pagi.

Masih ada hari-hari lain,
yang bisa diakhiri tawa.
Denting gelas di balik lirikan mata,
senyum simpul dan beberapa persen alkohol.

Nanti kalau kau lelah,
dan ingin berbagi cerita.
Meminta sedikit perspektif dunia,
kita bisa berbagi kesenangan,
dengan cara kita sendiri.

Terbang ke Cilandak, Oktober 2008

Sunday, September 21, 2008

Sebuah Keluarga

letaknya hanya beberapa kaki,
dan ingatan masih lekat di hati,
hanya saja terlihat buram..

(meja makan, memakan kenangan)

Thursday, August 07, 2008

Halaman yang Berbeda

aku di halaman dua
kamu di halaman tiga

sehebat apapun kita mencoba
tak pernah ada percakapan
di satu halaman yang sama

aku mendahului
kamu tertinggal
begitu juga sebaliknya
kala waktu merotasi plot kita

tapi di penghujung hari
setelah semua selesai dibaca
kita selalu bertemu
saat buku kembali ditutup
bertemu tanpa pernah bersama

perenungan dua yang berbeda, Agustus 2008

Siang yang Pecah

aku masih teringat siang itu
tidak ada yang bergerak
hanya alis dan keruh mata bercerita
semuanya diam
mungkin kita lupa bernafas
tapi bagaimana hati ini
degupnya mendominasi kebisuan

siang yang nahas itu
mana kutahu kau akan begitu
raut mukamu terlihat kaku
seperti awal kita bertemu

hari ini juga aku berhenti
melepas cinta di ujung lensa
menuang warna di klise film
katamu pecah

tidak mau lagi mengabadikan momen
kalau harus melihatmu begitu menawan
tapi jatuh di tangan lawan

aku masih teringat siang itu
mataku panas
mungkin aku yang harus berhenti
membuatmu gila seperti ini

mengenang cerita, Agustus 2008

Friday, July 25, 2008

Seputaran Mimpi

Gelisah malam kali ini.

menderu-deru
angin
berpusar-pusar

Mimpi, mimpi....!!
Kata pucuk langit yang jadi persinggahan.

Tidurlah lelap,
pagi masih lama menarik kekangnya.
Ringkikannya yang nanti kan bangunkanmu.

Bandung, Juli 2008
Menangisi Rindu

Matanya kabur.
Hujan lebat pagi ini,
di balik kelopaknya.

Kemana manis?
Kemana kau pergi?

Aku sudah lama kehilangan masa lalu,
apalagi sekedar selasa ungu.

Mereka pecah dan buyar!
Di tiap pucuk pagi,
menanamkan rindu entah dimana.

Aku kehilangan rinduku.

Bandung, Juli 2008

Saturday, June 14, 2008

Bukan Sekedar Halaman

Halaman ini tidak akan pernah kusapu,
atau sekedar kurapihkan.

Biar semua begini adanya,
dengan cerita kita yang kian banyak,
dan senyummu yang jadi tepinya.

Halaman ini tidak akan pernah kuubah,
apalagi kujadikan mati.
Semuanya harus tumbuh,
kenangan kita, seiring dengan sesakku.

Biar semua begini adanya,
aku mati pelan-pelan,
dan halaman ini hidup selamanya.


Kenangan blogsite tua, Juni 2008

Friday, June 13, 2008

Sanctuary Love

My sanctuary,
that's who you are..

Safest place in this whole wide world,
where I can be kind-hearted,
or even play another dark round.

Acting with free will,
be whoever I wanna be.
The ability to do,
or not to do anything.

My sanctuary,
where I search for a peace of mind..

You're my final destination,
what could I ask for more.

Cirendeu, Juni 2008

Tuesday, May 20, 2008

Malam Bercerita

ada cerita tentang kamu

yang mengusik sunyi senyap
gelap yang melindap

membuat ku tak sadar
meraih gitar yang lama terlantar
memainkan cerita yang mirip sebuah kelakar

ada cerita tentang kamu

dengan aku di dalamnya
tapi masih saja ku tertawa
dengan tiga belas otot muka
yang tak pernah berhenti bekerja

sampai waktu habis lalu aku berair mata
semalam suntuk dari rasa lega

ada cerita tentang kamu

belum selesai ditulis
takkan habis dibaca

Cirendeu, Mei 2008

Friday, May 16, 2008

Apakah Rindu

Rindu.
Seperti badai yang datang tiba-tiba.
Tanpa gejala, lalu membawa segala.

Rindu.
Seperti kematian yang menyergap.
Saat nafas kehidupan masih berderap.

Jack House, Mei 2008

Tuesday, May 13, 2008

Nada Cerita Lama

Sebuah buku, dengan lembar-lembar yang menua,
warna kuning menyatakan usianya.

Hanya saja aku tak pernah kesulitan membacanya,
walau kata-kata yang memudar selalu melemahkan akalku.

Aku masih tertawa karna gurauan yang sama,
dengan ujung halaman terlipat,
bercak disana-sini.

Aku masih menangis pada titik koma yang sama,
bukan serupa tapi lagi-lagi sama.

Cerita yang itu-itu saja,
menjadi tempatku mereka ulang petaka,
sembari sesekali mengaku dosa.

Cilandak, Mei 2008

Saturday, May 10, 2008

Tengah Agustus

Waktu lebih giat dari usia.
Di suatu senja merah dadu,
dengan bahagia aku berhenti menua,
karna telah hidup bersamamu.

Cirendeu, Mei 2008

Tuesday, April 08, 2008

Pencurian Besar-Besaran

Kembalikan mimpiku, hai pencuri!

Malam baru tiba, mata belum merapat,
kau ingin aku mengingat lekat-lekat.

Pada mimpi yang kuloloskan dari kedua belah paha,
yang kugantungkan di balik pintu,
dan mimpi yang kujahit kembali karena bolong.

Mimpi yang bisa kau curi begitu keluar dari cucian,
sebelum kurapihkan dengan beban hidupku,
dan keringat mataku.

Dasar penjahat!

Cirendeu, April 2008

Friday, March 28, 2008

Foto Biru Kesukaanmu

Kau menggenangkan sejarah di biru fotomu,
membiarkan kunang-kunang terpatri dalam pigura,
dengan sinarnya yang berpendaran.

Mereka basah,
berkerlip gelisah.

Entah apa yang hendak kau pegang,
kami buram, karna jelas ingatanmu.

I believe, you're better than that =)

Cirendeu, Maret 2008

Tuesday, March 25, 2008

Sepatu dan Kesetiaanku

Dengarkan aku,
lewat derap kaki yang sama.

Saat gembira, gelisah,
marah ataupun bergairah,
bunyinya terdengar sama.

Hanya terkadang lebih cepat,
atau sesekali melompat-lompat.

Tetap sama karna sepatu darimu,
yang berkali-kali kuganti solnya,
yang tetap pudar walau baru disemir.

Aku tetap setia padamu.
Lewat sepatu tuaku,
aku selalu ingat padamu.

Cirendeu, Maret 2008
Pertanda Datangnya Hujan

Aku tidak pernah tahu,
kapan kau akan menangis.

Ketika kau resah,
bergulung-gulung menjadi gelisah,
lalu akhirnya berujung air mata,
aku tak pernah tahu.

Aku hanya tahu kau pernah meminjam renyai hujan,
dari lembaran buku puisi yang entah,
lalu kau sembunyikan baik-baik,
tanpa ijin dan lengkap kalimat,
hanya kau yang tahu dimana.

Untuk hari besar itu, hari baik katamu,
hari yang paling pas suasana hatimu,
dimana kau rebahkan kepalamu,
dan memulai renyai hujanmu.

Aku basah, tidak hanya kemejaku,
tidak karna air matamu.

Cirendeu, Maret 2008

Wednesday, February 20, 2008

Rasio Menyesatkan

Lama betul aku tidak menulis,
seperti lupa pada jalan pulang,
gerimis menghapus jejakku,
dan burung gereja memakan remah rotiku.

Lama betul aku tidak menulis,
seperti perempuan separuh abad,
yang duduk bersandar kekenyangan,
setelah memakan satu dunia.

Lama betul aku tidak menulis,
ataukah dunia tlah menjelma sepotong roti,
yang kukunyah perlahan sampai habis,
membuat manusia paling rakus,
ada di seberang cerminku ini?

Cirendeu, Februari 2008

Monday, February 18, 2008

Kembali Benar

Hanya orang besar,
yang berani dua kali berputar,
untuk kembali ke jalan yang benar.

Cirendeu, Februari 2008

Thursday, February 07, 2008

Hanya Satu Arah

Sebanyak apapun kau menangis,
biar bulan habis dimakan malam,
kau hanya bisa menyusuri tepian sungai.

Berjalan bolak balik pun,
takkan mengubah arah alirannya.

Barito, Februari 2008

Wednesday, January 23, 2008

Fotografer Tanpa Kamera I

Kalau kau urai benang raja dengan ketujuh warnanya,
mungkin masih kalah dengan tujuh kali tujuh kali tujuh,
kombinasi warna milikmu yang tak luntur usia.

Bintaro, Januari 2008
Reuni Imaji-Rasa

Kulihat kau melihat dunia dilihat telanjang,
lengkap sempurna tanpa penglihatan,
tanpa terang yang kerap mencipta bayangan.

: pn

Bintaro, Januari 2008

Friday, January 18, 2008

Merasai Rasa

Kau bisa tumbuh semakin tinggi,
dengan mengacuhkan semua rasa.

Jadi perempuan memang harus perasa,
bukan berarti membuang fungsi otak.

Rasa-rasanya, ini saat yang paling tepat,
untuk sedikit saja merasai.

Tebet, Januari 2008
Nikmatnya Semalam

Cemburu itu nikmat,
seperti kulit gatal kena garuk.

Cirendeu, Januari 2008

Thursday, December 27, 2007

Setengah Pencuri

Kali ini aku kehilangan siang hari,
setelah kemarin malam yang jadi sasaran.

Aku juga kerap meluputkan hari-hari genap,
bahkan hari Sabat termasuk di dalamnya.

Lima belas hari tiap bulannya,
juga pada mereka yang tak bulat sempurna,
semua hilang.

Bagi dua saja keseluruhanku,
itu akan menghemat kerjamu.

Saat kau pergi dariku,
kenangan dan setengah usiaku,
turut kau kemas dalam kopermu.

for my long lost partner, cmy..

Cirendeu, Desember 2007

Wednesday, December 26, 2007

Inti Diri

Kunyalakan pijar tanpa sumbu,
yang kerap bermain,
melayang-layang diayun bayu.
Kenapa kini harus kupendam,
ditimbun dan dilupakan,
mati tanpa udara?

Cirendeu, Desember 2007

Wednesday, December 12, 2007

Sewindu Katamu

Kata-katamu awalnya berbaris rapat,
lalu dengan cepat membentuk koloni,
berhamburan keluar dari layar monitor.

Kata-katamu membuat mataku kesemutan.
Bukan karna tak tahan membacanya,
tapi karna membuatku sulit saat berjalan.

Kata-katamu,
buat mata-mataku,
nyaris-nyaris buta!

Cirendeu, Desember 2007

Tuesday, December 11, 2007

Terpisah

Aku tidak mencari ketenangan lonceng gereja,
pun ketujuh sakramennya.

Aku mencari ketenangan yang rasional,
tanpa kau tarik garis batas,
dan menyebutnya sakral.

Cirendeu, Desember 2007

Friday, December 07, 2007

Merdeka

Aku tidak pernah mau dan merasa harus menghapus jejakmu dari tubuhku.
Seperti sekarang kubiarkan keringat dari pori kepalaku,
bertemu di tengah batang, dengan milikmu yang tersisa di ujung rambutku.
Biar nanti mereka berkibar kuat-kuat,
menandakan kemerdekaanmu atasku.

Beverly, Desember 2007

Tuesday, December 04, 2007

Tanda Baca Baru

Jangan salah sangka, jangan salah duga,
jangan salah tebak, kalau lama-lama aku jadi kamu.
Membaca kamu jauh lebih mudah dari merasaimu.

Kata-katamu lembut menyusup,
dibacakan oleh angin yang sembari lewat.
Berdiam di lekuk telingaku lama sekali,
sampai tak larut-larut,
berapa lama pun waktu mengaduknya.

Kalau kau sejujur kata-katamu, mungkin kamu bukan kamu,
aku bukan aku, dan kita sudah menjadi kita.
Kau itu tanda baca, yang menghentikan kalimat-kalimatku yang memburu.
Kau mengisi jeda, tanpa perduli betapa kosongnya dirimu.
Seharusnya tidak begitu, kamu seharusnya tidak begitu.

Tebet, Desember 2007

Sunday, December 02, 2007

Berkala

Pernah kusiakan masa kini yang berbaris,
karna suatu hal yang kutakuti di masa depan.
Takkan lagi kugerogoti pancang masa depanku,
hanya karna gema masa laluku.

Cirendeu, Desember 2007

Tuesday, November 27, 2007

Kehangatan Air Mata

Waspada selama berjam-jam,
membuat malam begitu asing.
Tak bisa lagi kukenali baunya,
sudah hilang aroma khas itu..

Kuulurkan tangan hendak meraba,
hanya hangat yang terasa.
Menggelincir cepat dari pelupuk mata,
bersama satu, dua tanda tanya yang tersisa.

Cirendeu, November 2007

Monday, October 29, 2007

Memaknai Hujan

Mereka takut pada hujan,
bergairah pada saat yang sama.

Begitu menikmati atmosfer yang ditiupkannya,
tapi tak berani terlalu dekat,
hanya sekedar pandangan lekat.

Hujan seperti dosa,
baunya melekat di rambut dan pakaian,
walau sudah lama mengering.

Tak seperti mereka,
kau mirip aku.

Tak perdulikan basah tubuh,
tak merasa harus mengusap rambut,
dan sembunyikan basah yang menggairahkan.

Samarinda, Oktober 2007
Sebait Kata

: sederhana

Mengeja lisanmu,
seperti menghafal resahmu.

Terima kasih untuk pernah menjawab,
semua pertanyaan yang tak masuk akal,
dengan kalimat sederhana;
aku cinta padamu.

Medan, Oktober 2007
Percakapan Sore Hari

Perempuan itu banyak,
cantik itu biasa.

Tapi menjadi perempuan yang setia,
aku tengah mempelajarinya.

Karawaci, Oktober 2007
Sebait kata

: memori hujan

Suara hujan,
selalu terdengar seperti nyanyian,
buat telingaku yang mengenangmu.

Kadang lebat begitu menghantam,
kadang ringan begitu menggoda,
seperti pribadimu; hujanku,
yang pernah kukenal dalam.

Biar malam ini banjir,
saat ku dijadikan kekasih hujan,
menghancurkan tubuhku,
tapi mengisi jiwaku.

Medan, Oktober 2007
Sebait Kata

: spesial

Begitu mudah kau tata kata,
takaran yang tak masam di lidah,
saat ku mengejanya..

Tak pernah kutimbang kata,
lebih berat dari tindak.
Kecuali berlembar-lembar surat cinta,
yang masih melekat di benak.

Tergaris dan tercoret oleh air matamu,
kuingat betul rasanya.

Medan, Oktober 2007

Tuesday, October 16, 2007

Mata Cermin


Mendekatlah,
hampiri terang mata(ku) yang kian memudar..

Bersabarlah,
tetap pandangi lekat-lekat..

Sebentar lagi kau bisa berkaca,
setelah embun usai membayang,
hanya sisakan hitam pekat..

Bintaro, Oktober 2007

Monday, October 15, 2007

Lukamu Untukku

Satu kali saja,
aku terluka.

Berulang kali, belasan bahkan puluhan,
kucoba mengisinya dengan air mata.

Habis milikku,
kubuat kau terluka.

Biar lukamu berair mata,
agar sembuhkan lukaku.

Aku tak pernah tahu,
luka adalah pusaran air,
yang tak pernah bisa dipenuhi.

Cirendeu, Oktober 2007

Wednesday, September 26, 2007

Sulitnya Jadi Senja

senja yang sempurna
berkeluh kesah tentang privasinya yang terganggu
segerombolan orang selalu datang dan menelanjanginya
tidak tahu malu bahkan tanpa permisi

senja yang sempurna
selalu khawatir
akan surai keemasan
yang rontok lantaran digapai
diturunkan secara paksa

senja yang sempurna
tak lagi bahagia
ingin jadi rombeng
berwarna putih butek
yang tak pernah diandaikan
sbagai wajah mulus ala iklan kecantikan

Karawaci, September 2007

Sunday, September 16, 2007

Nyala mu

Adalah api,
yang lekat pada sumbu,
tanpa harus dinyalakan..

Yang berdiam,
tak kenal waktu,
berpijar menuntunku pulang..

Yang tak pernah sekalipun,
membakar rumahku,
selagi ku pergi bersama angin..

Adalah kamu,
di mata dan hati ku.

Cirendeu, September 2007

Wednesday, September 05, 2007

Come Sail the Love

I always to figure it out,
where the wind is coming from..
but I do need a windex,
it is the sound of your needs..

Let the wind blow onto our back,
and feel it by turning our head left to right and back..

You will know the direction,
you will feel the love..

Loving you is plain sailing..

for my love,
happy anniversary..!

Cirendeu, September 2007

Monday, September 03, 2007

Gambaran Sempurna-Nya

Bukalah mata,
kedua jendela.
Mungkin masih tak sampai,
secerah langit tinggi makamnya,
berjingkatlah sedikit,
meningkap kehebatan-Nya.
Mengelir padang jadi hijau,
dengan bias pelangi di sudutnya,
ditanamkan-Nya guci tanah liat,
berisi harapan yang pekat.

Cirendeu, September 2007

Saturday, September 01, 2007

Suara Hati

Lonceng tua berkarat,
berat karna dosa usia,
dilupakan bunyi begitu saja.

Sedang apa kau di bawah sana,
mengayun tali, mengharap dentang?

Biar saja mengalir deras,
dari luka keluar merah setelah hitam,
menyisakan kuning keemasan.

Bebaskanlah kami dari yang jahat,
yang teramat sangat jahat,
dari dalam hati ini.

Hati yang murni,
menyempurnakan nada,
jelas dan jernih...
untuk diperdengarkan kembali.

Cirendeu, September 2007

Thursday, August 30, 2007

Hilang Kata

Kemana kata,
yang biasa menemani senja hari,
membuat secangkir teh semakin manis,
larut disesap oranye langit?

Kemana kata,
yang selalu mampir,
di malam dingin,
jadi mantel berkerah bulu cerpelai?

Kemana kata,
mungkin ada di kedua sudut bibir,
melengkung turun,
berduka karna basah mata?

Aku rindu,
kemana kata?

Bintaro, Agustus 2007

Monday, August 27, 2007

Tentang Kekasihku

Semalam suntuk aku bersamamu,
untuk bisa menulis lewat mata,
genangan yang mengering,
menyisakan sedikit noda.

Tapi untuk bercerita tentangmu,
waktu akan habis,
sampai kerak tak tersisa,
dan masih belum selesai.

Bintaro, Agustus 2007

Saturday, August 11, 2007

SMS

Mataku tertinggal cepat jari,
mencari nama menyusul angka,
kukirimkan! Wush...!!

Sudah, lebih susah mengirimkannya,
ketimbang merekonstruksi ingatan tentang kamu,
dan membuat ratusan bait indah karnanya.

Cirendeu, Agustus 2007
Kisah Mimpi

Mengasuh mimpi dalam palungan,
lebih sulit ketimbang melahirkannya.
Sekarang bagaimana caranya,
agar tidak tercecer dan dimakan hewan ternak.

Cirendeu, Agustus 2007
Panas Dingin

Penetrasi panasmu,
membekukan ingatanku.

Bandung, Juli 2007
Serangkai Tiga

Rambutmu kelambu yang merapal wajah semakin manis saja,
hitam membingkai putih menyesatkan mataku tak tahu tujuan..

Matamu sebuah jawaban, dari pertanyaan sepenuh bulat matahari,dan kalimat yang menggantung resah seperti awan putih kebiruan..

Bibirmu cawan yang menampung semua jenis anggur lezat tak bernama,
yang juga tak berkawan dengan hari dan usia,
hingga tetap matang dalam manis tiap reguknya..

Cirendeu, Agustus 2007
Jejak Basahmu

Aku terbata-bata membaca jejakmu,
tanpa tahu kapan kau pulang.

Selepas gerimis waktu nampak begitu serasi,
hanya di sendu kedua bola matamu.

Lari-lari kecilmu tak meninggalkan basah disana-sini,
tapi masih belum mampu selamatkan aku dari jatuh (cinta) kepadamu.

Yang tak sekali,
pun tak habis berkali-kali.

Bandung, Juli 2007

Sunday, August 05, 2007

Pencuri Start

mencuri dengar tiap kali hening berdentang
menyapu gerimis sebelum merah hijau dikelir pelangi
dasar tak tahu malu
selalu datang tak sopan waktu

Cirendeu, Agustus 2007

Thursday, August 02, 2007

Pemikir Sepi

Kembalikan sepi,
dia yang tak jemu berdiam diri.

Resah betul aku,
dengan ramai ini..

Ada apa pula dengan para jemari,
sibuk meracau sendiri?

Cirendeu, Agustus 2007

Tuesday, July 31, 2007

Repetisi

Kudengarkan lagu yang sama,
dengan derita berbeda.

Seperti pengulangan tanda tanya,
di genap air mata.

Bandung, Juli 2007

Thursday, July 05, 2007

Sudah bersihkah Anda?

Mirip orang berpuasa,
air mukanya tak bercerita.

Putih walau tidak bersih,
tampilannya seperti malaikat.

Tidak ada guratan sedih,
kerutan gelisah, apalagi amarah.

Semua sudah dicuci habis,
sebelum masuk ruang sidang.

Lewat lubang wastafel mereka dibuang,
dekat kaca bertuliskan, "Sudah bersihkah Anda?"

thanks to Danarto

TIM, Juli 2007
Serigala Rupawan

semakin kau rapihkan alis itu
hitam berkelir
meneduhi sepasang mata
yang membekukan gerak
meledakkan sensasi

semakin aku curiga
sekujur tubuhmu berbulu
rupanya kau termasuk di dalamnya
sekawanan serigala yang rupawan

Cirendeu, Juli 2007
Kejujuran Sepasang Mata

Tak perduli sial tujuh turunan,
kupecahkan kaca di segala penjuru rumah.

Aku hanya ingin keyakinan,
bukan keraguan setiap kali ku berkaca.

Cirendeu, Juli 2007

Wednesday, July 04, 2007

Senjata dan Pena

aku tak hidup di jamanmu
belum mampu merasuk ke lengan dan ototmu
yang dirupiahi entah berapa

aku hidup di jamanku
hampir tak penuh gelisah karna amarah
kau buruh mereka kapitalis

aku tak pernah benar-benar hidup
bila tidak bisa menyumbang sebuah kalimat
penyemangat yang kau tukar dengan darah dan air mata

Bukan Kata Baru (WT) sebagai inspirasi..

Cirendeu, Juli 2007

Tuesday, July 03, 2007

Bercerita Luka

Sepanjang sore madu dalam secangkir teh tak terbaca,
kalimat yang kudengar panjang pahitnya..

Coffee Club, Juli 2007

Saturday, June 16, 2007

Mata Baca(ku)

Dari tadi lari kemana?
Ingin jadi titik fokusmu,
walau sebelah mata saja.

Kemang, Juni 2007
Pencuri Usia

Kau memakan garis usia di telapak tanganku,
meninggalkanku tua sebelum waktunya.

Cirendeu, Juni 2007

Wednesday, June 13, 2007

Air mata

Dia mencuci hati yang dendam,
dengan mata tetap terpejam.

Cirendeu, Juni 2007

Monday, June 11, 2007

Perubahan Arah Angin

Kapal yang terbakar,
tidak membutuhkan dermaga baru.

Cirendeu, Juni 2007

Thursday, May 31, 2007

Hitungan Minggu

Aku ingin bersamamu tujuh hari seminggu,
tak hanya pekan lalu atau lain waktu.

Cirendeu, Mei 2007

Monday, May 28, 2007

Sakit Ingatan

Hidungku buntu,
apalagi otakku.
Hanya ada sedikit kenangan,
yang buatku tersungkur.

Cirendeu, Mei 2007

Sunday, May 27, 2007

Mata(mu) Kompas

Malam itu kau telanjang.

Kukira di balik kemejamu,
ada jawabnya.

Atau paling tidak ada petunjuk,
di dalam celanamu.

Seharusnya aku kembali ke titik awal,
mata yang memerangkapku,
dalam.

Aku pulang,
tiada tersesat.

Cirendeu, Mei 2007

Monday, May 21, 2007

Aku Tak Bersyarat

Dengannya kubangun pasir jadi istana.
Biar dikoyak angin, malam-malam betul,
disandera tanpa jaminan dan waktu.

Dengannya bunga jadi beku.
Diam tak lekang waktu,
dalam sebuah lagu.

Dengannya kusaksikan matari malu-malu,
turun dari tahtanya,
setelah setengah hari dirayu.

Cirendeu, Mei 2007

Saturday, May 19, 2007

Sebuah Nama

: Daddy

Bapakmu punya anak-anak lain untuk dikawinkan,
tapi bapakku hanya punya satu anak untuk diantarnya.

Berilah kehormatan itu,
seperti dia memberi nama untukmu,
yang menjadikan kita saudara.

Cirendeu, Mei 2007
Judulku Belum Datang

Selepas peron mata tak bisa diam,
seperti gelisah dalam dudukku.
Sebuah perjalanan untuk apa dan bagaimana,
kembali menjadi tanda tanya.

Kenangan yang kuselipkan dalam ransel menguap tanpa permisi.
Mengusik sekumpulan cita yang kubangun di tengah riuh rendah.

Berkendara selayang pandang,
aku seperti tak tahu mau dibawa kemana.
Masih buram dan pucat warna,
seperti asap lokomotif di ujung sana.

Mungkin nanti ada jawab,
dijajakan dengan harga bervariasi,
di tiap stasiun pemberhentian.

Tinggal baik-baik aku memilih,
syukur-syukur bisa menawar.

Cirendeu, Mei 2007
Penanggalan Terbaik

akan kusisakan malam yang keramat untukmu
tepat di tanggal delapan belas
akan kumandikan bunga panjang kali lebar tegel batu itu
masih dengan merah mawar yang pernah kau sebar
akan kuurapi bangunan satu setengah level
yang membuat kamu lelah naik turun
menyiapkan gantungan lampu temaram katamu

akan kusisakan malam yang keramat untukmu
biar mabuk yang ciptakan euphoria
menemaniku berkhayal
seakan ada kamu dan mereka
sumber bahagiaku

sampai akhirnya
malam keramat
tak bisa diritualkan lagi

Cirendeu, Mei 2007
Kata-kata Busuk

aku benci puisi
yang mati tertusuk duri
diam mencekam
nyaris berbau sampah
teronggok begitu saja

aku benci kata
yang sekarang mengambang
sekenanya
mengosongkan toples
mengiris belahan fikir
tapi hampa
percuma

aku benci semua
yang indah jadi buruk
aku yang ikut mati
karna kenangan sepanjang tahun
membuat kelu lidahku
memenuhi lembar putih
dengan sumpah serapah
tak lagi melahirkan
kata bahagia
yang beranak pinak

Cirendeu, Mei 2007
Sinopsis

setelah kau pergi
datanglah serombongan orang
yang lalu duduk berkeliling
putar memutar gelas seng
isinya riak bercampur darah
karna air mata sudah berkerak

Cirendeu, Mei 2007

Thursday, May 17, 2007

Yang Jadi Perkara

Lapar dan haus tak pernah jadi perkara.
Rasa menggumpal seperti darah mati ini,
yang menyurutkan langkahku.

Cirendeu, Mei 2007