Perempuan Senja. Suka menulis sejak mengerti S-P-O-K. Hanya saja sekarang K berganti rupa jadi Kamu. Punya hubungan cinta benci dengan tulisan, rasa dan kenangan.
Friday, June 29, 2018
Soul Craft
yet feel so close,
never like this before
we sew our soul into one,
each time we met.
(have we met before?)
Sesederhana Jarak
untuk langkah kaki yang tergesa memburu jam pulang,
belum pernah kukatakan kangen,
untuk pergantian shift malam menuju pagi,
perdebatan sempurna siapa yang menggantikan popok.
Atau sekedar siapa yang mengisi botol dot,
menepuk pantatnya, menggeser kakinya yang melintang.
Mungkin aku jarang mengatakan ini,
dan pernah lupa bahwa cinta itu butuh bepergian,
sebelum pulang dan menyegel rapat-rapat akudankamu,
Mungkin,
dan mungkin yang banyak sekali...
aku tidak pernah berhenti mengasihimu.
welcometothereallifeofTy, Jkt June 2018
Monday, May 21, 2018
Sandi Asma
adalah satu dan dua hal yang dia sembunyikan rapat-rapat,
walau sesekali terlontar lewat mata yang berkabut,
dan gerak tubuh yang tak terpenjara.
mata bicara, Mei 2018
Monday, April 30, 2018
Cermin Jiwa (1)
biar saat waktu datang membilas semua,
masih ada satu kotak rasa yang bisa dibuka,
akan harihari ini, pernah mampir keajaiban,
begitu erat dan sinkron tanpa harus berbagi rahim.
Begitu larut lamatlamat dalam halal dan haram,
hingga tak ada alasan, untuk mengenyahkan semua.
Karena satu dalam seribu tahun,
ada belahan jiwa yang sempurna adanya,
hanya dengan satu keretakan waktu.
- indah perspektif nol
Camouflage 101
"Cause sex with me is always that good?"
"No, cause we use sex to suppress that feeling,"
... why do you think we always get horny after all these time?
.near, but far. Djakarta 2018
Friday, April 27, 2018
Kepingan(ku)
seharusnya ada kegelisahan.
Sama seperti subuh dan senja yang terlalu hening,
takut-takut gemuruh akan segera datang menyusul,
tapi nyatanya tidak.
Dalam setiap hari berlalu, pagi yang tergesa,
malam yang terlalu lelah, entah kenapa..
Kamu melekat erat, kepingan jiwa sebelah,
di raga yang berbeda.
- seperti kamu adalah aku, sigaraningnyawa
When was that?
“Which part?”
“All of you. The whole you.”
...
But I’ve never been completely with you.
Wednesday, April 04, 2018
Beranak Rasa
ku pernah merangkummu dalam peluk (dan doa).
Sejenak, tapi utuh.
sacred time, out and beyond / jkt. petang.
Wednesday, March 14, 2018
Ramuan Bahagiaku
kukejar tatap matamu,
yang berkeliaran di sepanjang meja,
lengkap dengan sunggingan senyum,
yang membuat monalisa cemburu.
Tidak pernah kenyang menuai adegan semalam.
Yang berkabut bukan karna air mata,
tapi akibat hati yang meriah.
Merayakan satu kelahiran rasa,
yang kita fikir sudah pasti mati.
Mereka yang tidak dilahirkan adalah mereka yang paling beruntung.
Mereka yang tidak berharap adalah orang yang bijaksana katamu,
kata semua orang yang akrab dengan logika.
Tapi kian kurasa tanpa adanya bibit harapan,
hidup adalah langkah gontai dan helaan nafas,
tidak enak dipandang, tidak lezat disejajarkan,
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk meramu,
resep bahagia dalam rakitan neuron otak.
Aku, kamu, dan keberuntungan.
Biar rasa yang melekatkan semua,
dengan jumlah harapan yang cukup saja.
in between those glasses, 2018
Wednesday, February 14, 2018
Belajar Lupa Di Tanggal Empat Belas
untuk kembali pada masa yang sederhana.
Ketika pethricor dan aroma cotton candy sudah cukup,
membuat senyum sukses melintang,
dari ujung ke ujung pipiku.
Hari ini kita belajar lupa,
pada sapaan kecil yang menggemuruhkan hati,
menyusun keping domino satu hingga lusinan,
memberikan kepercayaan pada sepasang tangan lainnya,
untuk menggenggam harap dan berkata,
"kamu menyinari hariku,"
Mungkin nanti, atau esok,
kita mulai bisa lupa, juga pada hari-hari yang ramai,
yang selalu mendadak jernih dan lapang,
berisikan cita sepolos kopi hitam tanpa gula,
bahwa malam nanti kita pasti bertemu.
Hari ini aku belajar lupa,
dan pasti bisa lupa...
pada senyum, hangat, mata,
walau selamanya mungkin takkan lupa,
tentang kamu yang menjadi sinopsis semua,
atau sekedar, lupa pada rasa yang kau timbulkan.
a simple goodbye; cause from beginning we don't believe in love...
Thursday, December 21, 2017
Kilas Balik Musim Panas
Pencekam Hari Dan Kewarasanku
Sepasang mata menyala, bukan dalam gelap malam,
Dansa dan Benak #1
Aku mencari jejak perjalanan semalam,
Friday, October 20, 2017
Sketsa Rasa #3
bisa kuubah menjadi perjalanan pulang,
dengan separuh hati yang turut bersisian...
kemana pun ...
My world is in your eyes...
Sketch of Feelings #2
It supposed to be home.
A home, not a house.
Or a map, a route; back to home.
With the eagerness, pure intention,
without restriction, without responsibility,
but it is something that we want.
We want it whole heartedly,
to set our foot inside the home,
leaving all the burden outside,
feeding our soul with what's inside.
Home can be everywhere,
within everyone.
Everyone with the correct piece,
that can hold ours.
just too early ...
Sketsa Rasa #1
...
kita menabung rindu pada tiap sekat hari,
hingga tik tok tidak terdengar,
tertutup gelitik di setiap indera,
merambat sampai pangkal hati.
Begitu kian saat, hingga hitungan minggu,
sampai akhirnya waktu memberikan celah,
dan dalam lebur pelukan kita meledak,
tanpa satu kata yang perlu terucap.
dalam bungkam, ibukota; Oct 20th
Friday, October 06, 2017
Habis Depa Juga Skala
Satu-satunya yang bisa beranak pinak,
tanpa terbagi tanpa berkurang,
tapi melesat berkali lipat jumlahnya,
seperti dipermulus wax perahu kertas,
menyusuri liku tahun kehidupan,
berteraskan kanan kiri pencobaan,
dan akan melabuhkan rasa pada lautan,
yang tak bertepi, juga tak pernah surut.
Selamanya, sampai umur ini masih ada.
Only yours, my Janna.
Tuesday, October 03, 2017
Stirb Nicht Vor Mir #2
In my dreams he does exist
His passion is a kiss
And I can not resist
Don't die before I do
I wait here
Don't die before I do
bukan perayaan satu negara, tapi perayaan dua jiwa,
yang tahu kini pasti akan menjadi pernah,
dan mungkin esok tidak akan sama.
Kematian yang kau bayangkan,
berada di atas kapal entah di lautan mana,
mungkin bibir ini akan memberikan senyum dengan derajat lengkung maksimal,
atau sekedar terkulum mengikatkan bendera hitam seperti di pergelangan tanganmu,
bahwa kita (kau) telah melewati sebuah perjalanan kehidupan yang hebat.
Yang membekas, dan patut dikisahkan kembali,
pada anak dan cucu-cucuku.
Ich warte hier
Don't die before I do
Ich warte hier
Stirb nicht vor mir
Stirb nicht
Sometimes love seems so far Ich warte hier
Your love I can't dismiss
Stirb Nicht Vor Mir #1
Die Nacht öffnet ihren Schoß
Das Kind heißt Einsamkeit
Es ist kalt und regungslos
Ich weine leise in die Zeit
Ich weiß nicht wie du heißt
Doch ich weiß dass es dich gibt
Ich weiß dass irgendwann
irgendwer mich liebt
He comes to me every night
No words are left to say
With his hands around my neck
I close my eyes and pass away
I don't know who he is
In my dreams he does exist
His passion is a kiss
And I can not resist
Ich warte hier
Don't die before I do
Ich warte hier
Stirb nicht vor mir
Sebuah siang tanpa kepengangan telinga,
tanpa riuh dengan berang, disertai wangi kopi,
di seluruh apartment, hingga tercampur baur,
kedua puluh hingga setengah abad,
bergumul airmata dan citacita,
apa yang bisa dibagi dan dipintal bersama.
I can still taste the sweetness..
Wednesday, September 20, 2017
When you settle for the less,
you cannot get the best.
When you surrender and never try,
you will get what you deserve.
Going through past, 2017
Saturday, September 09, 2017
Drama Lapis Legit
Ricuhnya melekat pada langit-langit,
menggemakan masalah biar lekat,
menginap pada cekung antar jari yang erat mengikat,
meleburkan sejatinya jiwa dan melahirkan gelisah.
Kenapa begitu tidak percaya,
pada kemudahan yang mungkin telah dianugerahkan,
alih-alih kembali mengaduk kenangan lama,
personil usang dan luka yang baru menjadi satu.
Misteri yang tidak ingin dan tak perlu dipecahkan.
(M)bracing my old-one, Djakarta lt.6
Thursday, July 06, 2017
Mati Suri
adalah sebuah impotensi untuk tidak berekspresi,
tapi ada yang lebih menikam dari sekedar hening.
Bisu pikiran, bisu keinginan, bisu bahkan di tempat yang ramai,
seakan tidak ada lagi yang bisa membuahkan rasa.
..., Selatan dan Di Jakarta
Monday, November 21, 2016
Berisik & Senyum Dalam Sunyi
Seperti dinamo kecil yang dirakit pada pelat elektronikku.
Tanpa bunyi tik tok, hanya desisan yang kadang memburu, hampir tidak pernah memelan.
Apa rasanya jadi benih ribut otak gempita hatiku?
Apa rasanya jadi kamu?
-reddish; bilangan November 2016
Thursday, November 10, 2016
Rasa Kalau Jika
Ada lubang yang perlu ditelisik sepasang tali. Mengukuhkan langkah, membuat jarak mampu ditempuh dan hati berayun gempita.
Aku lemah pada dosa yang satu ini,
dosa yang mencandumu,
dosa yang menyenangkan kita,
dosa yang memakanku.
Selalu, nikmat rasa di saat yang salah.
Rasa yang melibatkan kamu.
-623 is not just a number
Wednesday, November 02, 2016
Pampering Senses
Is it fading,
or it has been justified already?
How can we build path to our future,
clearly by dream of it, night by night.
How can we change our perspective,
easily by doing the impossible thing.
Is it fading,
or extending day dreams?
Is it,
inside of me..
or growing beneath our noses,
smells odd feels familiar
and warm!
As warm as the summer,
and the snow melt in the tip of our toes,
I can't describe but my feeling can.
It can easily feels, again.
Sunday, June 12, 2016
Relativitas Mimpi Indah
lalu bergulung jadi ombak,
efek bola salju,
meninggalkan kita jadi penimbang sejati.
Lebih baik,
lebih berhak,
lebih mampu,
lebih suci,
lebih layak,
dan seratus tiga puluh tiga,
lebih lainnya.
Hidup itu bukan satu tambah satu,
bukan lagi selalu hitam dan putih,
bicara soal keadilan adalah kita berharap;
singa tidak memakan kita seperti kita tidak demikian.
Begitu kita merasa paling pintar,
paling hebat, paling tahu kebenaran.
Sedangkan yang berlaku di dunia ya cuma satu,
bagaimana menjalankan peran terbaik,
bukan dengan seribu topeng seratus niat,
tapi apa adanya tidak perduli semak belukar.
Sehari semalam, sebulan setahun,
menggapai titik ikhlas hanya bisa dengan pencerahan.
Tidak lain bahwa kita bukanlah satu-satunya di dunia,
bukan satu-satunya manusia, bukan satu-satunya yang ...
penting.
Membuang jauh ke-aku-an, bermain dengan ilmu dasar,
aku, me, ego, diri sendiri, kita hirup dan kita hembus,
lepas bergegas meraih bebas.
Semoga setiap langkah adalah langkah yang menggembirakan,
bukan mencari hiruk pikuk dunia, tapi terkadang diam,
tenggelam dalam sebuah perengungan sederhana,
makna kehidupan (pribadi), perduli setan dengan yang lain.
Membantu lebih baik dari dibantu,
mencinta lebih baik dari dicinta,
merelakan lebih baik dari direlakan,
tangan di atas, tidak saling kenal bersuara,
membiarkan Dia jadi saksi untuk amal ibadah kita.
Dan ikhlas, berapapun timbangannya,
ikhlas dengan secercah harapan,
lengkung senyum di akhir nafas,
sama seperti tiap fajar yang kita sambut.
#celotehsubuh #seorangsenja