Kalau yang buat percintaan kita luar biasa adalah rasa gegap gempita di hati, aku congkel keluar hati(ku) lalu (mu), dan aku awetkan biar selama-lamanya kita seperti ini.
Terkadang aku takut ini berlalu, tapi sepertinya bertambah menjadi satu-satunya opsi. Aku baru tahu hati tidak ada dinding dan sudutnya.
Tolong tidurlah, larutkan aku esok pagi saja. 2018
Perempuan Senja. Suka menulis sejak mengerti S-P-O-K. Hanya saja sekarang K berganti rupa jadi Kamu. Punya hubungan cinta benci dengan tulisan, rasa dan kenangan.
Friday, September 28, 2018
Wednesday, September 26, 2018
Shifting Paradigm
She never knew how to love halfway,
it's there between standing still and giving all,
some call it wisdom,
some call it compassion without possession,
it's there but she will never know,
when the perfect one is loving without killing,
because the time will never be right.
So she walks, and never looks back.
Wednesday, September 19, 2018
Siapa Kawan Siapa Lawan
Dalam sejarah, baru dalam perang kali ini,
aku, diriku, hasil kemarau dan panenku,
merunduk, gemetaran menahan pilu.
Ingin diperjuangkan oleh sang musuh,
pertarungan macam apa ini yang tengah berlangsung?
Chamber, 2018
aku, diriku, hasil kemarau dan panenku,
merunduk, gemetaran menahan pilu.
Ingin diperjuangkan oleh sang musuh,
pertarungan macam apa ini yang tengah berlangsung?
Chamber, 2018
Thursday, September 13, 2018
Bunga Kata-Kata
Tidak usah berburu Kadupul Flower atau sekedar Juliet Rose,
tidak ada yang memintamu berusaha sedemikian rupa,
hanya jagalah keselarasan hati dan fikiranmu.
Karna buah pikiran adalah katakata,
dan meracau di siang hari bolong adalah kamu,
yang tengah mengaduk-aduk rasa jadi gelisah,
menepiskan helaian kuntum yang tengah mekar.
warm gun, Sept 2018
tidak ada yang memintamu berusaha sedemikian rupa,
hanya jagalah keselarasan hati dan fikiranmu.
Karna buah pikiran adalah katakata,
dan meracau di siang hari bolong adalah kamu,
yang tengah mengaduk-aduk rasa jadi gelisah,
menepiskan helaian kuntum yang tengah mekar.
warm gun, Sept 2018
Hati Kaca Spion
Kalau kerap berkata tentang hari yang lampau,
pelaku dan kejadian,
kenapa harus menjejakkan kaki pada kini,
mengelabuhi mata, mungkin jauh dari hati.
Hentikan kebiasaan abuabu yang dipikir tak mengapa,
pengejawantahan realitas tak indah berbalur emosi sesaat,
hanya perkara jauh di mata dekat di hati.
Be here, now.
Or leave. (fucking go!)
memoir, seribu abad - Jkt, 2018
pelaku dan kejadian,
kenapa harus menjejakkan kaki pada kini,
mengelabuhi mata, mungkin jauh dari hati.
Hentikan kebiasaan abuabu yang dipikir tak mengapa,
pengejawantahan realitas tak indah berbalur emosi sesaat,
hanya perkara jauh di mata dekat di hati.
Be here, now.
Or leave. (fucking go!)
memoir, seribu abad - Jkt, 2018
Tuesday, August 21, 2018
Sekarang Dan Nanti
Aku takut,
dalam sisa satu kehidupan ini,
tidak cukup aku berbagi detail hidupku.
Membawamu ke tempat-tempat kesukaanku,
mengajakmu menyaksikan senja turun di penghujung pantai,
mereka ulang yang pernah direkam retinaku,
menyalinkan rasa pada ujung reseptor lidahmu.
Berapa pun yang kita miliki bersama,
dalam kehidupan ini aku akan menutup mata..
dengan satu kalimat yang tertuang dari jiwa,
I have lived my life, with the one I love.
Dan tak ada batas ajal yang mengakhiri,
mengubah love menjadi past tense.
I'll catch you in another life time.
- telinga dua-mu, Djakarta 21 Agustus 2018
dalam sisa satu kehidupan ini,
tidak cukup aku berbagi detail hidupku.
Membawamu ke tempat-tempat kesukaanku,
mengajakmu menyaksikan senja turun di penghujung pantai,
mereka ulang yang pernah direkam retinaku,
menyalinkan rasa pada ujung reseptor lidahmu.
Berapa pun yang kita miliki bersama,
dalam kehidupan ini aku akan menutup mata..
dengan satu kalimat yang tertuang dari jiwa,
I have lived my life, with the one I love.
Dan tak ada batas ajal yang mengakhiri,
mengubah love menjadi past tense.
I'll catch you in another life time.
- telinga dua-mu, Djakarta 21 Agustus 2018
Wednesday, August 15, 2018
Selisih Setengah Nafas
Analogi kamu akan aku kadang salah,
bukannya kamu tidak cerdas,
tapi pengalaman yang sama membuat kita sesat,
terlalu banyak sebelum ini,
terlalu mahir sedari dulu.
Sekarang semua sederhana,
semudah XYZ di bab terakhir,
tanpa harus memeras logika,
atau bersiasat satu langkah pun.
Terkadang, setengah nafas terakhir ditunda,
bukan karna ragu, melainkan meraba jejak,
dan tentu beban, benarkah..sanggupkah,
it's just too good to be true. Really.
Biar penanggalan berangsur pelan,
menuju pulih dari semua luka,
dan memulai semua tanpa beban,
pada ransel perjalanan yang nanti.
Sederhana, dan akhirnya. Agt 2018.
bukannya kamu tidak cerdas,
tapi pengalaman yang sama membuat kita sesat,
terlalu banyak sebelum ini,
terlalu mahir sedari dulu.
Sekarang semua sederhana,
semudah XYZ di bab terakhir,
tanpa harus memeras logika,
atau bersiasat satu langkah pun.
Terkadang, setengah nafas terakhir ditunda,
bukan karna ragu, melainkan meraba jejak,
dan tentu beban, benarkah..sanggupkah,
it's just too good to be true. Really.
Biar penanggalan berangsur pelan,
menuju pulih dari semua luka,
dan memulai semua tanpa beban,
pada ransel perjalanan yang nanti.
Sederhana, dan akhirnya. Agt 2018.
Tuesday, August 07, 2018
The Onion Router
That's how you do it,
you're there but undetected,
you're everywhere and still I cannot see you,
to be precise we cannot see each other,
we don't recognize each other,
until the time is right,
with 'sucks' as another word,
then we race against everything,
to one point; sigaraning nyawa.
Chamber, 1 Agt 2018
Friday, July 27, 2018
Senja Hari & Awal Cerita
Atas dua larutan kafein yang terasa hanya lumayan,
mungkin setetes dua tetes rindu tuk memiliki utuh tlah merusak rasa..
Sama halnya kita selalu tertinggal waktu,
hingga terasa dipecundangi dan dilucuti,
sampai hanya tersisa dua kepingan atomhati yang terpecah,
berusaha menyekutukan garisgaris tangan.
Never say never, God loves giving surprise.
mungkin setetes dua tetes rindu tuk memiliki utuh tlah merusak rasa..
Sama halnya kita selalu tertinggal waktu,
hingga terasa dipecundangi dan dilucuti,
sampai hanya tersisa dua kepingan atomhati yang terpecah,
berusaha menyekutukan garisgaris tangan.
Never say never, God loves giving surprise.
Baru Sebuah Awal
Kamu katakan bibirku membisu,
sementara mata ricuh menimba luapan rasa
yang tadinya tak mau mengaku.
Kalau mencinta harus dengan alasan,
dan dibutuhkan 135 tahun baru dua orang bisa benar cocok,
akudankau telah mati berulang kali
dan menjelajahi lorong waktu kerajaan hingga kini,
semua begitu kilat tetapi tidak sementara.
Pengejawantahannya tidak keliru,
kata yang paling kuhindari seumur hidupku,
aku yakin kau menangkap
C
I
N T
A
walau berserakan tapi kau tasbihkan pelan agar menetap lebih lama.
One whole package, yes damn you. Antah berantah bulan Juli 2018
sementara mata ricuh menimba luapan rasa
yang tadinya tak mau mengaku.
Kalau mencinta harus dengan alasan,
dan dibutuhkan 135 tahun baru dua orang bisa benar cocok,
akudankau telah mati berulang kali
dan menjelajahi lorong waktu kerajaan hingga kini,
semua begitu kilat tetapi tidak sementara.
Pengejawantahannya tidak keliru,
kata yang paling kuhindari seumur hidupku,
aku yakin kau menangkap
C
I
N T
A
walau berserakan tapi kau tasbihkan pelan agar menetap lebih lama.
One whole package, yes damn you. Antah berantah bulan Juli 2018
Friday, June 29, 2018
Soul Craft
so f a r
yet feel so close,
never like this before
we sew our soul into one,
each time we met.
(have we met before?)
yet feel so close,
never like this before
we sew our soul into one,
each time we met.
(have we met before?)
Sesederhana Jarak
Belum pernah kukatakan rindu,
untuk langkah kaki yang tergesa memburu jam pulang,
belum pernah kukatakan kangen,
untuk pergantian shift malam menuju pagi,
perdebatan sempurna siapa yang menggantikan popok.
Atau sekedar siapa yang mengisi botol dot,
menepuk pantatnya, menggeser kakinya yang melintang.
Mungkin aku jarang mengatakan ini,
dan pernah lupa bahwa cinta itu butuh bepergian,
sebelum pulang dan menyegel rapat-rapat akudankamu,
Mungkin,
dan mungkin yang banyak sekali...
aku tidak pernah berhenti mengasihimu.
welcometothereallifeofTy, Jkt June 2018
untuk langkah kaki yang tergesa memburu jam pulang,
belum pernah kukatakan kangen,
untuk pergantian shift malam menuju pagi,
perdebatan sempurna siapa yang menggantikan popok.
Atau sekedar siapa yang mengisi botol dot,
menepuk pantatnya, menggeser kakinya yang melintang.
Mungkin aku jarang mengatakan ini,
dan pernah lupa bahwa cinta itu butuh bepergian,
sebelum pulang dan menyegel rapat-rapat akudankamu,
Mungkin,
dan mungkin yang banyak sekali...
aku tidak pernah berhenti mengasihimu.
welcometothereallifeofTy, Jkt June 2018
Monday, May 21, 2018
Sandi Asma
Hal terhebat yang bisa dirasakan manusia,
adalah satu dan dua hal yang dia sembunyikan rapat-rapat,
walau sesekali terlontar lewat mata yang berkabut,
dan gerak tubuh yang tak terpenjara.
mata bicara, Mei 2018
adalah satu dan dua hal yang dia sembunyikan rapat-rapat,
walau sesekali terlontar lewat mata yang berkabut,
dan gerak tubuh yang tak terpenjara.
mata bicara, Mei 2018
Monday, April 30, 2018
Cermin Jiwa (1)
Aku perlu mencatat ..
biar saat waktu datang membilas semua,
masih ada satu kotak rasa yang bisa dibuka,
akan harihari ini, pernah mampir keajaiban,
begitu erat dan sinkron tanpa harus berbagi rahim.
Begitu larut lamatlamat dalam halal dan haram,
hingga tak ada alasan, untuk mengenyahkan semua.
Karena satu dalam seribu tahun,
ada belahan jiwa yang sempurna adanya,
hanya dengan satu keretakan waktu.
- indah perspektif nol
biar saat waktu datang membilas semua,
masih ada satu kotak rasa yang bisa dibuka,
akan harihari ini, pernah mampir keajaiban,
begitu erat dan sinkron tanpa harus berbagi rahim.
Begitu larut lamatlamat dalam halal dan haram,
hingga tak ada alasan, untuk mengenyahkan semua.
Karena satu dalam seribu tahun,
ada belahan jiwa yang sempurna adanya,
hanya dengan satu keretakan waktu.
- indah perspektif nol
Camouflage 101
"I love the fact that we're doing it a lot,"
"Cause sex with me is always that good?"
"No, cause we use sex to suppress that feeling,"
... why do you think we always get horny after all these time?
.near, but far. Djakarta 2018
"Cause sex with me is always that good?"
"No, cause we use sex to suppress that feeling,"
... why do you think we always get horny after all these time?
.near, but far. Djakarta 2018
Friday, April 27, 2018
Kepingan(ku)
Dalam setiap jeda, koma tak bertitik,
seharusnya ada kegelisahan.
Sama seperti subuh dan senja yang terlalu hening,
takut-takut gemuruh akan segera datang menyusul,
tapi nyatanya tidak.
Dalam setiap hari berlalu, pagi yang tergesa,
malam yang terlalu lelah, entah kenapa..
Kamu melekat erat, kepingan jiwa sebelah,
di raga yang berbeda.
- seperti kamu adalah aku, sigaraningnyawa
seharusnya ada kegelisahan.
Sama seperti subuh dan senja yang terlalu hening,
takut-takut gemuruh akan segera datang menyusul,
tapi nyatanya tidak.
Dalam setiap hari berlalu, pagi yang tergesa,
malam yang terlalu lelah, entah kenapa..
Kamu melekat erat, kepingan jiwa sebelah,
di raga yang berbeda.
- seperti kamu adalah aku, sigaraningnyawa
When was that?
“I miss you.”
“Which part?”
“All of you. The whole you.”
...
But I’ve never been completely with you.
“Which part?”
“All of you. The whole you.”
...
But I’ve never been completely with you.
- equlibrium 2018
Wednesday, April 04, 2018
Beranak Rasa
Dalam dunya tak berhak milik ini,
ku pernah merangkummu dalam peluk (dan doa).
Sejenak, tapi utuh.
sacred time, out and beyond / jkt. petang.
ku pernah merangkummu dalam peluk (dan doa).
Sejenak, tapi utuh.
sacred time, out and beyond / jkt. petang.
Wednesday, March 14, 2018
Ramuan Bahagiaku
Selamat senja hari sayang,
kukejar tatap matamu,
yang berkeliaran di sepanjang meja,
lengkap dengan sunggingan senyum,
yang membuat monalisa cemburu.
Tidak pernah kenyang menuai adegan semalam.
Yang berkabut bukan karna air mata,
tapi akibat hati yang meriah.
Merayakan satu kelahiran rasa,
yang kita fikir sudah pasti mati.
Mereka yang tidak dilahirkan adalah mereka yang paling beruntung.
Mereka yang tidak berharap adalah orang yang bijaksana katamu,
kata semua orang yang akrab dengan logika.
Tapi kian kurasa tanpa adanya bibit harapan,
hidup adalah langkah gontai dan helaan nafas,
tidak enak dipandang, tidak lezat disejajarkan,
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk meramu,
resep bahagia dalam rakitan neuron otak.
Aku, kamu, dan keberuntungan.
Biar rasa yang melekatkan semua,
dengan jumlah harapan yang cukup saja.
in between those glasses, 2018
kukejar tatap matamu,
yang berkeliaran di sepanjang meja,
lengkap dengan sunggingan senyum,
yang membuat monalisa cemburu.
Tidak pernah kenyang menuai adegan semalam.
Yang berkabut bukan karna air mata,
tapi akibat hati yang meriah.
Merayakan satu kelahiran rasa,
yang kita fikir sudah pasti mati.
Mereka yang tidak dilahirkan adalah mereka yang paling beruntung.
Mereka yang tidak berharap adalah orang yang bijaksana katamu,
kata semua orang yang akrab dengan logika.
Tapi kian kurasa tanpa adanya bibit harapan,
hidup adalah langkah gontai dan helaan nafas,
tidak enak dipandang, tidak lezat disejajarkan,
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk meramu,
resep bahagia dalam rakitan neuron otak.
Aku, kamu, dan keberuntungan.
Biar rasa yang melekatkan semua,
dengan jumlah harapan yang cukup saja.
in between those glasses, 2018
Wednesday, February 14, 2018
Belajar Lupa Di Tanggal Empat Belas
Hari ini kita belajar untuk lupa,
untuk kembali pada masa yang sederhana.
Ketika pethricor dan aroma cotton candy sudah cukup,
membuat senyum sukses melintang,
dari ujung ke ujung pipiku.
Hari ini kita belajar lupa,
pada sapaan kecil yang menggemuruhkan hati,
menyusun keping domino satu hingga lusinan,
memberikan kepercayaan pada sepasang tangan lainnya,
untuk menggenggam harap dan berkata,
"kamu menyinari hariku,"
Mungkin nanti, atau esok,
kita mulai bisa lupa, juga pada hari-hari yang ramai,
yang selalu mendadak jernih dan lapang,
berisikan cita sepolos kopi hitam tanpa gula,
bahwa malam nanti kita pasti bertemu.
Hari ini aku belajar lupa,
dan pasti bisa lupa...
pada senyum, hangat, mata,
walau selamanya mungkin takkan lupa,
tentang kamu yang menjadi sinopsis semua,
atau sekedar, lupa pada rasa yang kau timbulkan.
a simple goodbye; cause from beginning we don't believe in love...
untuk kembali pada masa yang sederhana.
Ketika pethricor dan aroma cotton candy sudah cukup,
membuat senyum sukses melintang,
dari ujung ke ujung pipiku.
Hari ini kita belajar lupa,
pada sapaan kecil yang menggemuruhkan hati,
menyusun keping domino satu hingga lusinan,
memberikan kepercayaan pada sepasang tangan lainnya,
untuk menggenggam harap dan berkata,
"kamu menyinari hariku,"
Mungkin nanti, atau esok,
kita mulai bisa lupa, juga pada hari-hari yang ramai,
yang selalu mendadak jernih dan lapang,
berisikan cita sepolos kopi hitam tanpa gula,
bahwa malam nanti kita pasti bertemu.
Hari ini aku belajar lupa,
dan pasti bisa lupa...
pada senyum, hangat, mata,
walau selamanya mungkin takkan lupa,
tentang kamu yang menjadi sinopsis semua,
atau sekedar, lupa pada rasa yang kau timbulkan.
a simple goodbye; cause from beginning we don't believe in love...
Thursday, December 21, 2017
Kilas Balik Musim Panas
Bukannya aku adiktif, pada mata dan tatapan hangatmu,
bukan juga pada lengkung senyum dan tawamu yang renyah,
atau sekedar pada pundak yang merayuku untuk menjadi
lebih lemah,
sama sekali bukan ..
Apa itu rindu, ah tidak pernah mampir barang sejenak,
pada piring santapan harianku, atau sekedar pada titik
sela rambutku,
begitu ringan dan mengganggu mirip si putih bandel,
aku tidak tahu, tidak juga mau merasa, tapi apalah
rindu itu,
aku seperti lupa apa pernah bercandaan sang pencipta
macam itu,
mampir ke benak dan rongga dadaku.
Sungguh menyulapku, kembali setinggi 125 centimeter,
berkuncir dua dengan bau bedak dan gulali musim panas,
dengan sepasang mata almond yang menanti hadiah Natal,
tapi pasti, dan aku yakin pasti…ini bukan rindu,
mungkin ini yang dinamakan sekedar euphoria?
Aahhh, menegang neuron otakku, tidak terima begini
rasanya,
begitu alaminyakah melesak masuk dan membuyarkan semua
pertahananku,
sehingga nyaris semua hal ingin kubagi denganmu, ingin
menyertakanmu,
atau sekedar ingin menikmati keberadaanmu dan sesekali
mendengar nafasmu,
sejak kapan hal ini masuk ke dalam prioritas hariku,
tidak bisakah aku kembali menjadi aku yang adalah aku,
atau sudah terlambat untuk memperkuat keping pertahanan
domino,
yang berisikan kewarasan, kemandirian, dan …..
Sungguh entah, mungkin sekali ini,
hanya sekali ini ya...
aku harus mengaku
ka-lah ..
You know, I don’t have to say
it right …m’kay?
Pencekam Hari Dan Kewarasanku
Sepasang mata menyala, bukan dalam gelap malam,
tapi mulai dari tepi dan awalan hari.
Di antara kabut dan ketebalan udara, dia mengintai,
dengan sinar dan kilat yang tidak besar tetapi runcing.
Seperti pantulan gundu dan bintang, membedakan,
menakutkan.
Mengikuti setiap gerak gerik dan helaan nafas,
seperti menanti, untuk menyerang dan memporak
porandakan.
Membuat takut setiap langkah, ingin siaga ingin selalu
terjaga,
tapi senja sudah mendekat dan segala sesuatu kian jadi sunyi,
pelan, dan pelan..semua mulai mati dan bertumbangan,
ingin beristirahat melewati hari..
Sampai akhirnya aku menyerah, dan tidak kuasa menahan,
seketika itu pula sepasang rin- dan –du menyergap,
BLAAAARRRRRRRR DRRRRRRRRRR, dengan guncangan hebat
seperti erupsi,
merasuk ke tiap pori, membanjiri keenam indera
memaksakan mereka untuk mengingat,
menggoncang sukma dan mengkonsumsi candu kegilaan
lamat-lamat,
nikmat merindukanmu, tanpa harus lagi bersembunyi….dan
berlari.
Begitulah aku sempat membunuh
untuk sekedar tak merindukanmu,
Dansa dan Benak #1
Aku mencari jejak perjalanan semalam,
siapa tahu ada satu dua bekas di sepanjang jalan.
Genggaman tanganmu lalu menyadarkanku,
sebelum terbeku pada sepasang mata yang mematrikan
kunangkunang,
satu peranakan dengan yang semalam, yang lahir dari
neuron otak dan rasa,
menciptakan prolog sebuah cerita yang entah bagaimana
dan berapa lama.
Lost in your eyes, then the
night falls
Friday, October 20, 2017
Sketsa Rasa #3
Perjalanan pergi bersama,
bisa kuubah menjadi perjalanan pulang,
dengan separuh hati yang turut bersisian...
kemana pun ...
My world is in your eyes...
bisa kuubah menjadi perjalanan pulang,
dengan separuh hati yang turut bersisian...
kemana pun ...
My world is in your eyes...
Sketch of Feelings #2
The symbol shoudn't be a ring...
It supposed to be home.
A home, not a house.
Or a map, a route; back to home.
With the eagerness, pure intention,
without restriction, without responsibility,
but it is something that we want.
We want it whole heartedly,
to set our foot inside the home,
leaving all the burden outside,
feeding our soul with what's inside.
Home can be everywhere,
within everyone.
Everyone with the correct piece,
that can hold ours.
just too early ...
It supposed to be home.
A home, not a house.
Or a map, a route; back to home.
With the eagerness, pure intention,
without restriction, without responsibility,
but it is something that we want.
We want it whole heartedly,
to set our foot inside the home,
leaving all the burden outside,
feeding our soul with what's inside.
Home can be everywhere,
within everyone.
Everyone with the correct piece,
that can hold ours.
just too early ...
Sketsa Rasa #1
...
kita menabung rindu pada tiap sekat hari,
hingga tik tok tidak terdengar,
tertutup gelitik di setiap indera,
merambat sampai pangkal hati.
Begitu kian saat, hingga hitungan minggu,
sampai akhirnya waktu memberikan celah,
dan dalam lebur pelukan kita meledak,
tanpa satu kata yang perlu terucap.
dalam bungkam, ibukota; Oct 20th
Friday, October 06, 2017
Habis Depa Juga Skala
Satu-satunya yang bisa beranak pinak,
tanpa terbagi tanpa berkurang,
tapi melesat berkali lipat jumlahnya,
seperti dipermulus wax perahu kertas,
menyusuri liku tahun kehidupan,
berteraskan kanan kiri pencobaan,
dan akan melabuhkan rasa pada lautan,
yang tak bertepi, juga tak pernah surut.
Selamanya, sampai umur ini masih ada.
Only yours, my Janna.
Tuesday, October 03, 2017
Stirb Nicht Vor Mir #2
I don't know who he is
In my dreams he does exist
His passion is a kiss
And I can not resist
In my dreams he does exist
His passion is a kiss
And I can not resist
I wait here
Don't die before I do
I wait here
Don't die before I do
Don't die before I do
I wait here
Don't die before I do
bukan perayaan satu negara, tapi perayaan dua jiwa,
yang tahu kini pasti akan menjadi pernah,
dan mungkin esok tidak akan sama.
Kematian yang kau bayangkan,
berada di atas kapal entah di lautan mana,
mungkin bibir ini akan memberikan senyum dengan derajat lengkung maksimal,
atau sekedar terkulum mengikatkan bendera hitam seperti di pergelangan tanganmu,
bahwa kita (kau) telah melewati sebuah perjalanan kehidupan yang hebat.
Yang membekas, dan patut dikisahkan kembali,
pada anak dan cucu-cucuku.
Ich warte hier
Don't die before I do
Ich warte hier
Stirb nicht vor mir
Stirb nicht
Sometimes love seems so far Ich warte hier
Your love I can't dismiss
Nomad stays deep in the soul...
Stirb Nicht Vor Mir #1
Die Nacht öffnet ihren Schoß
Das Kind heißt Einsamkeit
Es ist kalt und regungslos
Ich weine leise in die Zeit
Ich weiß nicht wie du heißt
Doch ich weiß dass es dich gibt
Ich weiß dass irgendwann
irgendwer mich liebt
He comes to me every night
No words are left to say
With his hands around my neck
I close my eyes and pass away
I don't know who he is
In my dreams he does exist
His passion is a kiss
And I can not resist
Ich warte hier
Don't die before I do
Ich warte hier
Stirb nicht vor mir
Sebuah siang tanpa kepengangan telinga,
tanpa riuh dengan berang, disertai wangi kopi,
di seluruh apartment, hingga tercampur baur,
kedua puluh hingga setengah abad,
bergumul airmata dan citacita,
apa yang bisa dibagi dan dipintal bersama.
I can still taste the sweetness..
Subscribe to:
Posts (Atom)