Sunday, October 31, 2010

Musim Pertunjukan Lagi


Menghitung kebenaran di balik degup jantung,

jawabannya adalah selalu ya dan tidak pernah tidak.


Walaupun tidak ada kata-kata, tidak pernah ada air mata.


Memberikan tanpa menjanjikan,

menjalani tanpa meragukan,

karena sama-sama tahu alur ceritanya.


Hingga kembali musimnya pertunjukan,

dan semua sibuk membuat pesanan.


Membuat corekan, menatah, menyungging wayang,

hingga memasang cempurit.


"Sebentar lagi waktu kita!

Dan Tuhan adalah sang dalang."


Aku yang setengah jadi,

melihatmu bicara dengan suka cita.


BV, amazing dejavu - 28 Oct 2010

Setelah Pentas


Menulis untuk memperbanyak waktu kita,

biar debu teka-teki naik mengudara,

meninggalkan segerombolan tanda tanya (saja).


Ada apa dengan baju ganti dan stocking-mu?

Ada apa dengan kegelisahanmu?

Aku sesungguhnya tidak perlu balik bertanya.


Segala sesuatu yang nampaknya kuat tidak selalu pasti,

hanya saja selalu ada yang hilang bersama waktu,

sebagaimana ada yang tumbuh seiring tik tok usia.


Sekarang bukan lagi kata 'masih',

kita sudah tidak muda.


Tapi aku selalu muda untuk untuk menunggu hidup,

arti sebenarnya,

keresahan sejujurnya.


Menunggu hidup beberapa bulan lagi.



Dan bila aku sial,

beberapa tahun untuk dihabiskan.


Sendja Bening, 29 Oktober 2010

Tuesday, October 26, 2010

Sampai Usia Sendja


Cerita yang berulang, di fase hidup berbeda,

pelaku terus menerus sama,

hanya masalah yang berganti.


Bukan purwa bukan klithik,

tapi kita berdua tahu kita siapa (dan yang mana).


Malam sudah turun menggeser sendja,

hanya sedikit waktu sebelum kita pudar,

menghilang bersama naiknya matahari.


PI, 26 Okt 2010