Thursday, May 21, 2026

Cerminan (-ku)

Sudah pernah kukatakan,

pada berapa malam silam,

aku butuh rasa untuk berkata,

setelah kubenamkan logika..

pada permukaan laut Bangka yang durhaka.


Masih menjadi misteri tanpa kunci,

mengapa melekatnya begitu nyata,

tanpa kuda-kuda,

atau bahkan peringatan dini.


Dalam gelap malam,

tanpa secercah sinar bulan,

suara ombak yang menderu,

terasa larut, tipis, memudar..

di tengah kisah hidup yang sedang ditukar.


Menemukan aku di luar-ku,

mendapati jiwajiwa yang berkaca,

kicau cakap tak pernah hening,

hitungan jam menderu panjang.


Untuk sebuah perjalanan singkat,

terlalu banyak yang bisa diingat.


Selamat malam,

hatihati jangan sampai nafasnya tercekat,

kusiapkan halaman kosong pada esok dan lusa,

sejauh mana pena bulu reinkarnasi menjadi gagak,

biar -ku, -mu larut dalam segala bentuk.


Good to be back;

three to five, IYKYK

Sunday, January 11, 2026

Memaknai Juara

race against the odd

Dengan cepat berkata,

dalam pusaran nirlogika,

kau buru semua tanpa jeda..

beberapa kemenangan yang fana.


Hilangkan telinga,

perkencang wicara,

luputkan tata krama,

kecilkan makna,

seakan semua fakta,

tanpa data berbicara.


Ada yang lebih besar,

dari deretan angka,

dari urutan posisi,

masih ada.


Dengan jangka,

atau neraca,

bicara untuk semua,

meneguk pahit ketika nyata,

merayakan gempita saat nasib membuka pintunya..


Disitulah harga kita,

biar tiap perjuangan bermakna,

dalam arti yang sebenarnya,

tak melalui kekencangan wicara.


Zero tolerance; 2026 

Saturday, December 27, 2025

Setitik Rindu

Rindu pagi ini hanyalah litotes—

beberapa jam saja,

namun logika waktu runtuh olehnya.

Percakapan mengalir tanpa jeda,

rasa menetap

di sela-sela jemari.


Aku sempat menahan kalimat,

bukan tercekat, 

melainkan ragu..

bagaimana rasa ini harusnya kucerna.


Jarum panjang berputar perlahan,

sinapsis menempuh lintasannya sendiri.

Ada desir yang tumbuh,

gemuruh kecil,

yang tak sepenuhnya bisa kuusir.


Biarlah kali ini kubiarkan ia larut.

Waktu akan mengurai esensinya,

satu per satu.


Jika esok datang kemari,

kan kusampaikan lewat tatap mata,

yang mencumbu setiap inci,

hingga menjelma sebuah seni.




Night Crawler  - 2025

Sunday, December 14, 2025

Candu, Rindu dan Ragu

Malam sendu,

seperti kenangan yang lalu.


Tentu bukan hanya pada duka,

luka nestapa,

tapi pada gegap gempita,

ledakan rasa.


Kisah kita jauh dari damai,

selalu ada gelisah yang terbit pada setiap pori,

turun berkelana, jatuh di lekuk saat dini hari.


Masa lalu, kini atau nanti,

semua sama, 

mungkin ini candu,

mungkin ini rindu,

atau....


ini hanya bagian dari ragu?


Mungkin nanti terjawab,

sepekan lagi di hari Minggu,

pada stasiun sama yang kau tuju.


Bisa jadi,

ada kisah yang menunggu.


#iykyk

#mataharimau

#2610




Thursday, October 30, 2025

Mata Tanpa Nama

Matamu megah,


bukan kokoh dan tak terbantahkan,

tapi elok mengesankan, 

lengkap seperti kesatuan. 


Individu, alam dan semesta,

meliputi kesederhanaan tujuan, 

temaramnya caracara yang kau lakoni,

gemuruhnya kesedihan yang membayangi, 

serta riuh gelisah yang belum kau letakkan,

sampai saat ini.


Namun matamu megah, 

mampu melarutkan citacitaku,

dengan jarak pandang

akan esok dan lusa.


Ikal mengikal; Juli 2025 

Friday, March 07, 2025

Selalu Ada Rumah

Selalu ada rumah


Pada luka bernanah yang tak pernah sembuh,

basah dengan jeritan dan tangis,

yang tak perlu menunggu hujan deras.


Selalu ada rumah


Pada hangat membara hingga dingin membeku,

lekat jarak jurang rasa,

sedekat Melawai - SCBD.


Selalu ada rumah


Pada lengkung atap yang tak pernah sempurna,

pintu yang setengah terbuka,

selimut yang jauh dari perca.


Selalu ada rumah


Pada episode kesekian,

kamu dan aku.


Ciranjang, 2025



Tuesday, January 21, 2025

Tanpa Judul

Pada temaram hariharimu,

Ku tak pernah bilang tiada duanya.

Pada harum mimpimimpimu,

akan tiba putaran angin membawanya pergi.

Bahkan pada bisingnya neuronotakmu,

sepersekian detik sinapsis kan mereda.


Jadi siapakah kamu,

sebesar apa kuasamu,

berusaha mematrikan bahagia pada

esok dan lusa?


Saat Ku katakan,

bahagia adalah kini,

dan itu harga mati?


Cipete, 21 Januari 2025

It is finished, time to go home.

Tuesday, October 08, 2024

Malam Kelahiran Kata

Sebuah pertanyaan masuk ke kotak suara,

menggelisahkan aku yang tadinya biasa saja.

"Kapan mau menulis lagi?"

...

Aku pun terdiam,

menyadari hampir belasan purnama,

puluhan pelangi terbentang utuh,

sampai ratusan katarsis kularikan kakiku,

untuk menghindari secarik kertas,

dan sebatang pena.


Aku, bukannya pensiun berkatakata.

Tapi sempat kularikan emosi dan rasa,

kubenamkan dalam di antara logika,

menyuarakan realita tanpa peduli cita.


Mungkin ini saatnya kuambil asahan kata,

pelan-pelan menyapihnya,

setelah melahirkannya kembali.


#berbahagia 

#reunikatakata


G3, hampir tengah malam

Saturday, March 23, 2024

At Zero Cost

Tidak ada satu tali,

ataupun rantai,

yang dapat menahan rasa,

dan keberadaan.

.

Angan dapat terbang tinggi,

berhembus ke kanan dan ke kiri,

pikiran bisa melaju dan melesat,

menelisik pun menelanjangi.

.

Kita semua adalah manusia bebas,

tidak butuh alasan bahkan,

untuk sekedar merasa tepat pada tempatnya.

.

Anytime,

at any moment,

we can walk away freely.

Sunday, March 17, 2024

Ada Apanya

Tidak pernah ada yang lebih menusuk,

dari aroma bangkai yang datang dan pergi.

Tidak pernah tuntas,

tidak setitik pun diakui,

tapi berkeliaran liar mengganggu indera.

.

Dari sekian banyak pilihan,

dari sekian ribu pernyataan,

yang seakan bisa berbalurkan melati sambac,

satu kepercayaan yang pernah ada..

hancur tak bersisa menyapu kesempatan.

.

Berikanlah mereka kesempatan,

berbuat apa saja tanpa sedikit pun arahan.

Disitu kita bisa melihat,

bagaimana mereka benar menghargaimu.

...

..

.

#bungkam

#overandover

Wednesday, March 13, 2024

Bungkam

Ada suara perlahan mengetuk,

namun tiada yang membuka pintu.

Hanya ada kesunyian,

di balik pusaran kecewa.

.

Dari sekian hari dan senja

lokasi ataupun waktu,

pasti ada yang tengah Ia tunjukkan,

agar gamang tak lagi ada,

biar keraguan habis tandas.

.

Sunyi

Bungkam

.

Kenapa pada sudut mata yang masih perih,

ada kenangan yang dahulu terbantahkan,

kini nyata seadanya,

mencungkil kedua mata sampai habis,

habis rasa dan hanya


bisa


bungkam.


#perfectending 


Wednesday, November 22, 2023

Stigma(nya)

Penandanya bukan gerbang tinggi,
atau pintu dari kayu jati.

Bukan juga halaman rumput manila,
atau perapian tradisional yang hangat,
lengkap dengan kayu bakar.

Kalau ada yang mencari,
bahkan sampai pada lantai kesekian,
atau pada kokohnya baja ringan,
dapat dipastikan, titik lokasinya keliru.

Adanya pada sebuah rengkuhan;
lapang namun erat,
jenaka tapi mengalir alami.

Juga pada sinar mata yang mengantarkanmu pada tinggi awan-awan, namun juga membuatmu jatuh dalam pusaran yang tidak pernah usai.

Seharusnya sesederhana itu,
ketika kau jadikan sebuah pribadi;
menjadi rumahmu.

-It is what is it; Nov 22nd 2023-


Wednesday, October 11, 2023

Pesta Tahun Baru Dalam Bilik Hati

Senja tadi aku berjingkat, 

dalam tempo yang perlahan,

seakan berjalan di atas awan,

takut pada goncangan,

lalu buyar segala duduk perkara.


Bukan dalam ketakutan,

tapi dalam kehati-hatian,

apakah yang tidak dapat dibeli materi,

tidak juga larut dalam sepenggal kenangan?

Mungkinkah ia berbentuk zat gas,

yang tak bisa diam lalu menguap pergi?


Aku membawa pesta tahun baru,

lengkap dengan 

perayaan malam Natal,

dalam bilik dan ruang hati.

Seperti kecupan pertama anak sekolah,

yang tak sabar, ingin diberitakan kepada dunia. 


Ternyata,

bahagia itu sederhana,

tapi sungguh tidak mudah.


Ternyata...


Menteng, Bukan Sebuah Sendja Belaka; 11 Oktober 2023


Tuesday, October 03, 2023

Kacang, Susu dan Ketan Dalam Gaduh Mangkuk Kecil

Dan pada akhirnya,

tidak juga ditemukan cahaya di ujung jalan,

ataupun dinding sayup bersuara..


Apa yang terjadi ketika saklar dimatikan,

dan semua hanya hening saja dalam kegelapan?


Tidak selalu ada jawaban,

dari ribuan gaduh keinginan.


Kadang,

kita hanya begitu biadab,

mencoba mencari versi yang terbaik,

dari diri sendiri.

Sunday, July 23, 2023

Derasnya Sore Ini

Perhatikan yang kamu punya,

perhatikan yang kamu beri,

sebelum kamu meminta.


Ketika kita saling tunggu,

sampai langit jingga jadi kelabu,

lenyaplah cita yang harusnya lahir dari cinta,

menjadi titiktitik mula derasnya sungai,

turun dari sudut mata, hingga lidah matirasa.


Perhatikan apakah;

kamulah cerminan orang yang harusnya tak kau percaya, 

semirip itukah dirimu? 

---------------------------

Jeda,

tanpa kelanjutan cerita.


G3, Tiga Tanpa Kata

Sunday, July 16, 2023

Sinar Mata Seribu Tanya

Seperti apa hari esok?

Panjang seperti rambut Rapunzel,

lapang seperti dada Ummu Kultsum.

.

Seperti apa percayamu?

Akan kumulai dari hari;

saat kau labuhkan imanmu,

pada kita.


#SlowBurner Juli 2023



Tuesday, January 03, 2023

. (nul)

 Entah dari kapan kita diajar untuk melekatkan nilai pada kata,

walau itu sekedar warna, tekstur, bentuk, atau suara.


Mungkin awalnya aaaa, aaaa, uuuuu, uuuuuu, eeeek!


Pengalaman mereka, dirasa-rasai, diendap-endapkan,

sampai menempel pada dinding dan tiap pori.


Lalu dicetakkan pada tiap partikel yang kita telan,

dengan harapan itu semua mendarah daging. 


Kenapa; hitam - keras - tajam - pekik harus begitu negatif,

padahal banyak yang jauh lebih kelam dalam kekosongan,

tanpa suara, tanpa nada, tanpa kata.


Kalau saja kau tahu apa yang tersembunyi,

di balik semua yang tidak terkatakan, 

niscaya kau akan memilih meminum katatitikkomatandatanya

sampai hari terakhirmu di dunya. 


Black Bagel, 2023 

Wednesday, August 03, 2022

Rumah; Sesederhana Itu

"Seperti apa rumah yang kau idamkan?"

tanyanya sambil mengetes, 
mencoba mengukur batas toleransi,
antara lampu sinar kuning atau putih,
dengan taman atau malah tambahan carport. 

"Seperti apa surga kau dambakan?"

kutanya balik sambil meraba,
rasa yang kuingat selalu ada,
membangun pondasi bertahun-tahun,
hingga kuat dilanda air bah, 
badai serta topan.

t a k b e r g e s e r s e i n c i p u n

----------------------------------------

Seperti apa, ya seperti apa?

Manusia, homosapien yang suka berdefinisi,
membuat garis batas benar dan salah,
berjuang memberikan makna, 
sekedar untuk memposisikan. 

Mencegah kesengsaraan katanya,
bergantung pada bahagia yang itu-itu saja.

---------------------------------------------------

Seperti apa? 

Kalau kita akan menggali makna,
melekatkan arti pada sebuah kata,

kuinginkan rumah yang berhawakan damai,
dengan cukup ruang saja untuk saling merindukan,
dilengkapi meja makan dan tempat tidur yang saling membutuhkan. 

Sedari dulu,
memilih walaupun tidak membutuhkan,
membuat butuh untuk saling melekatkan,
itulah rumah dan penghuninya.

-------------------------------------

Itulah definisi rumahku.


3 Agustus 2022

Saturday, July 30, 2022

Sebuah Perjalanan

Hari ini aku pergi,

bukan hendak mencari,

tapi tuk mengkolekte..


sepotong demi sepotong,

remukan sampai serpihan,

dari apa yang pernah utuh.


Karna selama ini kubiarkan saja,

binar jadi pendar,

yang tadinya cukup jadi kurang..


dan hari ini,

aku pergi untuk pulang,

kembali menemukanku 


UTUH 


seperti pada Sabtu dini hari,

tiga puluh sembilan tahun lalu,

berdaya dalam ketidakberadaan.


Utuh dan sudah sangat cukup ♥️

Thursday, July 07, 2022

Letak Salah Paham

Jangan berani-berani;

kau salahkan waktu. 


Waktu yang linear,

waktu yang diam saja tak beraksi, 

waktu yang tak pernah punya niatan, 

lalu kau bilang.. 


sayang, kenapa baru sekarang, 

sayang, kufikir kau sudah berlalu.. 


lalu mau kapan kau sadari, 

waktu hanyalah dekorasi,

tidak pernah ia isi wacana dan asa, 

itu semua hanya olah fikir olah rasamu! 


Kau luncurkan anak panah pada lembu jantan

yang sudah mati membusuk, 

lalu kau tergopoh membawa sebilah pisau, 

menusuknya lima ratus kali, 

berharap darah segar mengucur deras. 


Sama seperti ketika nenek sibuk menata taplak putih dengan tepian brokat bunga-bunga, di tengah gaduh dan pecah polah tawa setengah lusin cucu dan binatang peliharaan, berlarian di ruangan yang sama. 


Bukan hanya olah fikir dan rasa, 

penempatanmu juga adalah bencana, kawan! 


Jadi berhenti menyalahkan waktu, 

baiklah menakar nilai yang kau bawa ke tukang gadai, 

mungkin bukan nilainya yang keliru, tapi mata yang melihatnya yang kehilangan fokus.