Thursday, March 24, 2005

Alkisah usang


Masih redup, belum tiba saatnya,
sinar mentari dalam perjalanan.
Hendak pecahkannya,
bawakan sedikit asa.
Tapi untuk sekarang,
aku hendak nikmati.


Oh, gelora syahdu,
bawakan raut wajah seburam sketsa.
Setetes, dua tetes banyaknya,
yang jenuh dengan bobot perkataan.


Bila nanti kau menimba lafal,
coba kau eja dengan baik.
Takut-takut hatimu tak bisa merasai aku.

No comments: