Friday, May 27, 2005

Makam sebuah dongeng


Menggubah lirih malam,
lengkap dengan notasi,
jadi soneta peluruh sukma.


Dahaga sepanjang sahara,
jadi dataran es tak bertepi,
dengan musim semi di tengah.


Kau, menghuni lubuk hati,
tertera pada ratusan lembar ingatan,
tanpa bisa kucoret dengan darah.

No comments: